Pernah ngalamin kejadian yang jadi moment pertama kali in your life dan itu ... breath-taking??
Pasti pernah-lah ya ... Sayangnya cerita itu belum bisa gw share. Karena satu dan lain hal. Tapi kalau gw boleh share rasanya ... itu kayak ... mmmm ... kita ada di dunia lain (halah!! Harry pantja dunkkk), menjadi satu dengan ambience yang ngga biasa kita temui tapi kita sebodo amat karena saking excited-nya, rasanya kayak habis jet lag tapi ngga kelar-kelar, trus ... melihat segala sesuatu jadi berbeda karena ternyata ada dunia lain diluar sana yang bikin lo sadar dunia tak selebar daun kelor bung!! Lalu ... ketika berada didalamnya lo jadi sadar dunia diluar sana ternyata don't sweat small stuff yang lo biasa bikin-bikin. Mereka ngga galau segalau lo biasanya. They just don't care. Terkesan kejam tapi begitulah dunia. Moment itu baru lo dapetin untuk pertama kalinya yang hit the brain buat jadi cerdas sedikit lagi jadi manusia.
Gw ini ngomong apa yah ...
Tapi begitu-lah kira-kira the first time breat taking moment yang gw rasain. Ngga jelas. Semua campur aduk. Tapi lo bahagia. Lo bahagia dengan semua keanehan yang lo alamin. Begitu rasanya.
Tampilkan postingan dengan label healing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label healing. Tampilkan semua postingan
20 Mei 2013
22 Mei 2011
ME TIME : Toko Buku
| Library Cafe - Gramex, Surabaya |
Saya percaya pada prinsip don't judge book by its expiration. Buku lama cetakan terakhir dengan kondisi mulai berubah warna kekuningan, dan beraroma lapuk, tidak menjamin keusangan jalan cerita yang tidak sesuai dengan kondisi saat ini alias basi. Beberapa buku dengan tema atau jalan cerita tertentu ada kalanya memang terasa kukona-annya sehingga membuat orang malas untuk membaca pada era yang berbeda. Namun, sebaliknya, pada beberapa buku tertentu, semakin usang justru semakin menarik dan diburu. Bukan sekali atau dua kali saya menjadi book hunter dan mendapati saya tidak mendapatkan apa-apa atau bertangan kosong saking usangnya buku itu. Buku usang yang pertama saya baca berjudul Zoya, kalau tidak salah. Saya harus berterima kasih pada guru Bahasa Indonesia jaman saya SMU, Pak Suparta, yang rajin membuat anak muridnya kebingungan dengan tugas-tugas kesastraan yang agak ajaib untuk ukuran era kala itu. Perlu juga berterima kasih pada Mira Lesmana, Rudi Sudjarwo, Dian Sastrowardoyo, Nicholas Syahputra yang bersamaan dengan tugas-tugas sekolah Pak Parta, begitu kami biasa menyapa beliau, muncul dengan kutipan-kutipan puisi karya Chairil Anwar, berjudul Aku, dan menjadi tren ABG ketika itu, dan membuat Pak Parta menjadi. Tuntutan tugas membacakan sebuah karya puisi didepan siswa kelas lain, termasuk dihadapan kakak-kakak kelas yang aduhai membuat bulu kuduk berdiri, membuat kami semua harus menyatroni Gramedia, toko buku bekas, dan perpustakaan umum kota hanya untuk memperoleh sebuah karya puisi yang paling pas menurut kita, karena tuntutan Pak Parta yang tidak membolehkan kami mengambil karya puisi yang sama. Dan di perpustakaan umum kota Surabaya itulah mata saya terpaku pada Zoya. Novel romansa berlatar situasi kehidupan awal abad 19 yang entah salah atau sengaja diletakkan asal pada rak yang tidak seharusnya oleh pembaca sebelumnya, tepat diantara tumpukan buku-buku karya sastra Indonesia angkatan 60. Pengalaman kali pertama yang membuat saya jatuh cinta pada karya-karya usang. Dan semenjak itu kebiasaan mencari buku-buku pada rak tersembunyi muncul.
21 Mei 2011
ME TIME : spa
Google-ing tempat spa palling hips in town, itu yang pertama terbersit di pikiran. Hehe. Meski saya belum ada penghasilan tetap untuk leisure time yang satu ini, kalau sesekali dengan menguras sedikit tabungan dari salary pekerjaan paruh waktu sebelumnya, masih mampu kok. Sebagai kota 'kecil' yang mulai keren (baca: ramai kehidupan perkotaan), agak susah sebetulnya mencari tempat spa yang keren dan terjangkau dengan kantong. Apalagi dengan segmentasi penduduk kota malang yang memang 80% dihuni oleh para mahasiswa pendatang, semakin sulit mencari spot leisure time yang benar-benar maksimal. Tapi tidak kurang akal, memaksimalkan peran Om Google yang keren. Search engine satu ini memang paling jago urusan menampilkan informasi yang kadang-kadang kita blank sama sekali. Lalu, muncullah nama AMARITA day spa & beauty clinic. Setelah membandingkan harga yang ditawarkan dengan tempat serupa yang lain, memang kesannya tempat ini lumayan mahal. Sebut saja kisaran harga spa antara 200.000 - 300.000 rupiah, dibandingkan dengan spa yang pernah saya lakukan di Surabaya hanya perlu menguras kantong kira-kira 170.000 rupiah. Tapi ... Tentunya tidak perlu khawatir dengan jenis perawatan yang ditawarkan, jelas berbeda dan dari segi tempat juga jauh berbeda. Amarita untuk ukuran spa yang terbilang mahal memang terletak di pinggiran Kota Malang dan pada lokasi yang sedikit 'absurd' yaitu di pinggir jalan arteri masuk Kota Malang yang notabene dilalui berbagai jenis kendaraan, mulai dari angkot, bus, hingga truk. Sempat mengira kalau suasana didalam pasti ikut ramai suara lalu lalang kendaraan, tapi saya salah. Entah harus berterima kasih oleh desain bangunan yang cukup kedap suara atau apa, kita bahkan tidak akan ribut karena suara bising kendaraan yang kita khawatirkan. Good first impression to Amarita.
Mulai menginjakkan kaki di ruang pertama jujur saja tidak terlalu spesial. Bagi anda penikmat bangunan megah, mewah, atau apapun namanya ala tempat spa wah, maaf saja, anda tidak akan mendapatkannya. Cenderung berpenampilan biasa saja, dan barangkali terlihat seperti bangunan lama. Mungkin menjadi bisa dimaklumi karena pemilik spa juga merupakan pemilik showroom barang antik yang terletak persis di bangunan spa. Setelah berbincang sebentar dengan mbak receptionist yang menerangkan mengenai beberapa perawatan yang bisa dipilih di Amarita, akhirnya saya memutuskan untuk memilih paket yang saya lupa bagaimana harus menyebutnya, yang pasti paket perawatan detox tersebut meliputi pijat/massage, body scrub, masker lumpur, sauna, dan berendam. Dan sekali lagi good second impression to Amarita, ruang tunggu pun berbeda dengan ruang depan dimana saya masuk sebelumnya. Tidak bisa disebut mewah, tapi cukup nyaman untuk ukuran ruang tunggu. Awalnya lumayan curiga kenapa harus menunggu, karena pengalaman spa sebelumnya tidak perlu menunggu, rupanya tidak lama kemudian saya cukup mafhum kenapa harus menunggu. Lima menit kemudian muncullah Mbak Titin, therapist, yang menangani saya mempersilakan menuju ke ruangan spa. Good third impression to Amarita. Satu-satunya yang saya pikirkan kala itu hanya sebuah tekat untuk menjadi pelanggan yang cerewet atas servis yang mereka berikan, mengingat harga spa yang cukup mahal. Tapi lagi-lagi saya bungkam karena good fourth impression dari Amarita. Setelah masuk kedalam ruangan spa, saya benar-benar terkesan dengan tampilan ruangan yang memang benar-benar bukan spa abal-abal ala salon kecantikan yang sebelumnya pernah saya kunjungi yang hanya berupa bilik atau sekat asbes yang memisahkan ruangan satu dengan yang lain. Setiap ruangan memiliki kamar bilas, sauna, dan bak rendam masing-masing. Terasa sekali ruang privasi yang memang seharusnya diberikan oleh pelayanan spa. Bahkan, saya semakin tidak bisa mendengar suara luar satupun jika pintu tidak dibuka. Setelah mengorek sedikit dengan Mbak Titin, memang konsep itu yang ingin diberikan oleh Amarita.
| Amarita Day Spa & Beauty Clinic Malang, East Java (private collection by : Rika) |
Liburan, ingin menghabiskan waktu tapi tidak ada kawan? Maka, saya menyarankan do something different yang belum pernah anda lakukan. Jangan takut garing atau dipandang aneh, banyak beberapa hal yang bisa dilakukan. Post kali ini sebenarnya bisa dibilang curhatan pribadi yang sedang bengong, sendiri, no partner buat hang out, tapi ingin sekali melakukan sesuatu, dan ditulis disela rangkaian 'me time'. Ini yang saya lakukan kali ini ...
Google-ing tempat spa palling hips in town, itu yang pertama terbersit di pikiran. Hehe. Meski saya belum ada penghasilan tetap untuk leisure time yang satu ini, kalau sesekali dengan menguras sedikit tabungan dari salary pekerjaan paruh waktu sebelumnya, masih mampu kok. Sebagai kota 'kecil' yang mulai keren (baca: ramai kehidupan perkotaan), agak susah sebetulnya mencari tempat spa yang keren dan terjangkau dengan kantong. Apalagi dengan segmentasi penduduk kota malang yang memang 80% dihuni oleh para mahasiswa pendatang, semakin sulit mencari spot leisure time yang benar-benar maksimal. Tapi tidak kurang akal, memaksimalkan peran Om Google yang keren. Search engine satu ini memang paling jago urusan menampilkan informasi yang kadang-kadang kita blank sama sekali. Lalu, muncullah nama AMARITA day spa & beauty clinic. Setelah membandingkan harga yang ditawarkan dengan tempat serupa yang lain, memang kesannya tempat ini lumayan mahal. Sebut saja kisaran harga spa antara 200.000 - 300.000 rupiah, dibandingkan dengan spa yang pernah saya lakukan di Surabaya hanya perlu menguras kantong kira-kira 170.000 rupiah. Tapi ... Tentunya tidak perlu khawatir dengan jenis perawatan yang ditawarkan, jelas berbeda dan dari segi tempat juga jauh berbeda. Amarita untuk ukuran spa yang terbilang mahal memang terletak di pinggiran Kota Malang dan pada lokasi yang sedikit 'absurd' yaitu di pinggir jalan arteri masuk Kota Malang yang notabene dilalui berbagai jenis kendaraan, mulai dari angkot, bus, hingga truk. Sempat mengira kalau suasana didalam pasti ikut ramai suara lalu lalang kendaraan, tapi saya salah. Entah harus berterima kasih oleh desain bangunan yang cukup kedap suara atau apa, kita bahkan tidak akan ribut karena suara bising kendaraan yang kita khawatirkan. Good first impression to Amarita.
Mulai menginjakkan kaki di ruang pertama jujur saja tidak terlalu spesial. Bagi anda penikmat bangunan megah, mewah, atau apapun namanya ala tempat spa wah, maaf saja, anda tidak akan mendapatkannya. Cenderung berpenampilan biasa saja, dan barangkali terlihat seperti bangunan lama. Mungkin menjadi bisa dimaklumi karena pemilik spa juga merupakan pemilik showroom barang antik yang terletak persis di bangunan spa. Setelah berbincang sebentar dengan mbak receptionist yang menerangkan mengenai beberapa perawatan yang bisa dipilih di Amarita, akhirnya saya memutuskan untuk memilih paket yang saya lupa bagaimana harus menyebutnya, yang pasti paket perawatan detox tersebut meliputi pijat/massage, body scrub, masker lumpur, sauna, dan berendam. Dan sekali lagi good second impression to Amarita, ruang tunggu pun berbeda dengan ruang depan dimana saya masuk sebelumnya. Tidak bisa disebut mewah, tapi cukup nyaman untuk ukuran ruang tunggu. Awalnya lumayan curiga kenapa harus menunggu, karena pengalaman spa sebelumnya tidak perlu menunggu, rupanya tidak lama kemudian saya cukup mafhum kenapa harus menunggu. Lima menit kemudian muncullah Mbak Titin, therapist, yang menangani saya mempersilakan menuju ke ruangan spa. Good third impression to Amarita. Satu-satunya yang saya pikirkan kala itu hanya sebuah tekat untuk menjadi pelanggan yang cerewet atas servis yang mereka berikan, mengingat harga spa yang cukup mahal. Tapi lagi-lagi saya bungkam karena good fourth impression dari Amarita. Setelah masuk kedalam ruangan spa, saya benar-benar terkesan dengan tampilan ruangan yang memang benar-benar bukan spa abal-abal ala salon kecantikan yang sebelumnya pernah saya kunjungi yang hanya berupa bilik atau sekat asbes yang memisahkan ruangan satu dengan yang lain. Setiap ruangan memiliki kamar bilas, sauna, dan bak rendam masing-masing. Terasa sekali ruang privasi yang memang seharusnya diberikan oleh pelayanan spa. Bahkan, saya semakin tidak bisa mendengar suara luar satupun jika pintu tidak dibuka. Setelah mengorek sedikit dengan Mbak Titin, memang konsep itu yang ingin diberikan oleh Amarita.
24 Mar 2011
how much they love me
kisah ini saya dapat dari seorang teman, yang katanya sangat mengkhawatirkan saya hehhee.
Jangan pernah menyentuh hidup seseorang,
Kalau itu hanya akan menghancurkan perasaannya..
Jangan pernah menatap matanya,
Jika semua yang kamu katakan hanya bohong..
Hal paling kejam adalah ..
Membiarkannya jatuh cinta sementara kamu tidak mencintainya .
Suatu hari, seseorang yang sedang putus cinta menangis di taman..
Saat itu datang seorang filsuf bertanya padanya ..
"Kenapa kamu menangis?"
Orang itu menjawab, "aku sangat sedihh,,Kenapa dia meninggalkan ku ?!!"
Lalu filsuf itu tertawa sambil berkata,"Kamu bodoh sekalii!!!"
Lalu orang itu menjawab,
"Kamu ini bagaimana?!! Aku sedang putus cinta, sudah ckup menyedihkan..
Tapi kamu masih saja bisa menertawakan ku!!"
"Bodohh!! Kamu tidak perlu sedih, karena yang seharusnya sedih adalah dia", kata filsuf itu.
"Kenapa dia yang bersedih? Dia kan yang memeutuskan ku??" Kata orang itu, membantah.
"Karena kamu hanya kehilangan orang yang TIDAK MENCINTAIMU,
tetapi dia kehilangan orang yang sangat MENCINTAINYA.." jawab tegas filsafat itu.
-sebuah kisah yang menghibur dan melegakanku, karena kalau tidak ada kejadian itu, aku tidak akan tahu betapa orang-orang yang disekelilingku saat ini sangat-sangat mencintaiku. terima kasih untuk sharing kisah ini "dafer"-
Langganan:
Postingan (Atom)