24 Agu 2012
Lontong Balap
Oke ... Judul kuliner kali ini lontong balap. Buat warga surabaya asli pasti tahu sama makanan yang satu ini. Kagak ada ditempat lain soalnya. Ngga tahu juga kenapa dikasih nama lontong balap (dan lagi ngga niat browse/googling) karena lihat dari tampilannya juga ngga ada hubungannya sama lontong lagi balapan. Isinya siy full taoge,lontong,potongan tahu goreng,lentho (semacam perkedel yang ga tahu dari apa bahannya,silahkan googling sendiri yak 😁),pake kuah dan yang bikin mantab rasanya adalah petis. Kebayang warnanya bakal item semacem semur tapi ngga sebening semur. Dan temen makan lontong balap ini adalah sate kerang. Kalau ada yang pernah makan kupang lontong naaahhh.....makanan ini bisa dibilang serupa. Cuma beda di kupang sama taoge-nya.
Buat beberapa orang mungkin agak aneh makan taoge sepiring plus petis yang item dan kuat banget aroma udangnya. Kuncinya siy mungkin kudu cari tempat makan yang sipp,terjamin kebersihannya. Karena kata beberapa orang masak taoge kalau ngga bersih cuci taoge-nya bakal bau banget. Sedikit gambaran rasa makanan ini bisa gw bilang seger. Karena kuahnya yang ringan dan ngga terlalu manis. Taogenya jelas berasa kriuk-kriuk.
Kali ini gw mau rekom salah satu spot lontong balap di surabaya yang lumayan terkenal. Lontong balap jalan kranggan. Ancer-ancernya gampang banget karena spot jalan ini ada di pusat kota dan sekitar plaza tunjungan yang historis itu. Dari jalan embong malang belok kanan ke jalan blauran terus belok ke kiri ke jalan kranggan. Di sepanjang jalan kranggan kalem-kalem aja boss! Setelah area pasar blauran lihat sebelah kiri jalan ada sederetan PK5 tenda yang ngejual lontong balap. Kalo ngelihat kondisi yang homogen ga usah bingung. Pilih aja lontong balap pak gendut. Ada tulisannya kok. Ini siy selera lidah gw aja siy. Kalau ada yg rekom tenda yang lain ya monggo. Kenapa gw pilih lontong balap pak gendut karena awalnya direkom temen lalu nyobain juga beberapa yang ada disebelah-sebelahnya tapi kok cocoknya di pak gendut yak... Lagi-lagi masalah selera siy. Dicoba sendiri aja. Spot semacam ini ada beberapa di surabaya. Pernah juga nyoba di jalan rajawali surabaya,lokasinya persis di sekitar house of sampoerna (museum sampoerna) atau penjara kalisosok. Disitu lumayan juga siy tapi tempatnya susah parkir. Dari segi rasa juga gw masih lebih prefer ke pak gendut. Oya,tapi pas kemarin gw beli ke pak gendut kok ga keliatan petis yak? Mmmm ... Beda versi kali yah? Tapi generally lontong balap di surabaya pasti ada petisnya.
Ini Beberapa foto yang bisa gw kasih tunjuk. Sayangnya gw lupa foto tampilan setelah dikasih kuah.
So Enjoy the food,peops!! Selamat mencoba.
28 Apr 2011
RAMEN THING
Mungkin bukan hanya saya yang terkadang mengandalkan menu-menu makanan berkuah ala ramen, tomyam, laksa, atau semacamnya untuk penyeimbang kondisi tubuh yang sedang drop. Terbayang semangkuk besar mie ramen yang panas, disajikan ekstra pedas, plus teh hangat rempah, sepertinya bisa mengembalikan suhu tubuh ke derajat normal. Apa daya kondisi tubuh yang belum memungkinkan cuma bisa gigit jari, apalagi mengingat lokasi rumah yang dipinggir Kota Surabaya jauh dari segala tempat.
Setelah beberapa hari kemudian kondisi tubuh mulai normal, tidak salah rasanya saya harus berterima kasih dengan beberapa teman yang mengajak hangout secara mendadak di malam minggu. Meski tidak lama karena masih harus menjaga kondisi tubuh experience kali itu benar-benar membuat saya dan teman-teman agak sedikit terbengong-bengong, mengingat tempat makan yang kami tuju tidak jauh dari rumah masing-masing dari kami tinggal, dekat dengan sekolah kami, dan berjuta kali kami melewati lokasi itu tidak sekali pun kami semua perhatian kalau ada tempat makan enak!!!
![]() |
| ramen @ Fujiya |
![]() |
| appetizer |
Tidak adil juga rasanya saya tidak menunjukkan minuman pilihan saya kala itu. Meski termasuk tempat makan yang menyajikan makanan jepang, ternyata Fujiya juga menjadi satu dengan café
![]() |
| black south asia tea |
Last but not least, urusan harga semua harga sebanding dengan rasanya. For food or drink. Kalau dirasa agak sedikit mahal, mungkin juga. Relatif. Tergantung kantong masing-masing. Tapi menurut saya semua standar harga kafe atau resto dengan rasa makanan dan minuman yang pas, bukan pas-pas an. Once again, berikut saya sertakan peta lokasi Fujiya dan café rollaas.

20 Apr 2011
SEMANGGI SUROBOYO
Akhirnyaaaa!!!!!! Setelah bertahun-tahun beredar kesana kemari, hari ini menjadi hari yang spesial. Ibu Semanggi lewatttt depan rumah!!!!!!!!!!!!! Hehehehe.
Sebetulnya sih agak lebay soal semanggi thing hari ini, mengingat setiap minggu Ibu semanggi juga pasti lewat gang rumah di Surabaya. Saya-nya saja yang jarang-jarang perhatian sama makanan yang satu ini. Setelah upload beberapa foto tentang makanan yang satu ini lewat twitter, ternyata ada beberapa pertanyaan terkait makanan langka yang satu ini. Baru sadar juga kalau makanan khas Kota Surabaya ini benar-benar langka. Kelangkaannya mengalahi keberadaan makanan Lontong Balap yang juga di-klaim masyarakat Surabaya sebagai khas-nya Kota Surabaya. Tapi nasib si Lontong Balap jauh lebih beruntung ketimbang si Semanggi. Di pasar belakang rumah juga masih ada beberapa gerobak Lontong Balap yang stand by setiap harinya. Untuk sebagai pilihan culinary destination di Kota Surabaya bahkan ada spot khusus penjual Lontong Balap yang berjajar disepanjang jalan, tepatnya di Jalan Kranggan Kota Surabaya. Bisa tinggal pilih mana tenda penjual Lontong Balap yang kosong, meskipun jarang-jarang juga yang kosong melompong saking banyaknya orang yang cinta maupun sekedar mencoba rasa Lontong Balap. Tapi cukup berbeda kalau membicarakan tentang Semanggi.
Semanggi sebenarnya termasuk dalam jenis rumput yang biasanya bisa kita temukan di area persawahan yang (mungkin) hanya ada di daerah Propinsi Jawa Timur. Kurang paham juga bagaimana dengan persawahan di luar Pulau Jawa apakah ada atau tidak. Karena makanan ini hanya ada di daerah Jawa Timur. Mungkin juga ditemukan pertama kali di Kota Surabaya sehingga mendapat julukan Semanggi Surabaya yang juga dilagukan dengan judul yang sama. Berdasarkan hasil riset instan di Wikipedia, makanan semanggi dimasak dengan cara mengukus daun semanggi kemudian dihidangkan dengan bumbu semacam bumbu kacang untuk pecel atau gado-gado, hanya berbeda racikannya. Bumbu makanan ini ada kandungan gula jawa dan bumbu-bumbu dasar kacang Indonesia yang lain. Agak susah untuk browse resep bumbu kacang untuk Semanggi. Dan setiap beli Semanggi selalu lupa tanya ke Ibu penjual. Setau saya bumbu kacang itu bentuknya padatan seperti bumbu pecel sebelum dilarutkan ke air. Jadi, si Ibu biasanya meracik dulu bumbu kacang dengan air kemudian baru meracik daun semanggi keatas piring dengan tambahan kecambah. Setelah bumbu kacang disiram ke racikan daun semanggi dan kecambah, kerupu uli jadi sentuhan terakhir dari hidangan Semanggi Surabaya. That’s it!! Untuk memakannya pun tidak memerlukan tambahan nasi atau lontong. Ibarat kata, makan Semanggi sama dengan makan rumput hehehe. Satu hal lagi, setiap menikmati makanan ini saya tidak pernah menggunakan sendok atau garpu, melainkan menggunakan potongan kerupuk uli sebagai sendok. Sedikit gambaran rasa, daun semanggi bertekstur mirip daun singkong meskipun terlihat seperti sayuran kangkung dalam kondisi basah (baca: terkukus). Untuk bumbunya memang terasa tekstur kacang, tapi entah ada tambahan bahan lain yang membuat bumbu kacang ini terasa lebih kental dan tidak seencer bumbu kacang gado-gado atau pecel. Soal harga, Ibu semanggi yang lewat depan rumah hanya mematok 5.000 rupiah sepiring dan 1.000 rupiah untuk tambahan kerupuk uli.
Satu hal yang membuat saya salut dengan Ibu penjual Semanggi ini adalah beliau pada usia rentanya tidak pernah sekalipun tidak lewat gang kami di hari Rabu sekitar pukul 10 – 11 pagi. Dan itu selalu, mulai dari saya masih kecil hingga sekarang. Kalau saya tidak salah ingat, dulu selalu ada besek (baca: keranjang anyaman bambu) yang di-sunggi (baca: diletakkan diatas kepala), besek yang digendong, dan keranjang plastik yang ditenteng. Mungkin semakin renta usia beliau, keranjang anyaman berisi sepanci besar daun semanggi, sepanci besar bumbu kacang kering dan sekantong besar krupuk uli, hanya digendong menggunakan kain. Sedangkan, keranjang plastik yang ditenteng berisi beberapa botol air mineral, kain serbet, dan beberapa keperluan berjualan. Entah bagaimana dengan daerah lain di Kota Surabaya, tapi sepemahaman saya penjual makanan ini sudah tidak banyak lagi. Maklum … Kota Surabaya adalah kota metropolitan terbesar kedua setelah Jakarta dan luasan lahan sawah Kota Surabaya semakin berkurang. Semakin tidak terbayang setiap tahunnya mungkin Ibu penjual Semanggi terancam secara finansiil karena berkurangnya ‘ladang’ daun semanggi di Surabaya.
Sekedar info tambahan untuk culinary destination makanan ini berdasarkan twit balasan dari @PakBondan (siapa yang tidak kenal beliau hehe), spot wisata kuliner semanggi bisa ditemui di Jalan Dempo Kota Surabaya. Jujur saja saya sendiri belum pernah kesana. Kalau berdasar cerita teman yang memang pernah kesana, (lagi-lagi) penjual semanggi Jalan Dempo juga sebenarnya bukan pemilik warung sesungguhnya, melainkan beliau ‘menumpang’ pada depot atau warung makan disebuah rumah yang juga membuka menu lain. Rasa semanggi yang dihidangkan juga cukup enak. Semoga saya bisa segera kesana untuk mencoba. Jadi, bagi yang memang belum pernah makan mungkin juga harus extra usaha mencari makanan ini. Referensi Pak Bondan dan teman saya mungkin bisa jadi masukan.
20 Mar 2011
MY PANCAKE = PANCAKE SUKA-SUKA ;)
Kenapa pakai tanda emoticon? Karena sudah ada percobaan 100 kali mungkin buat bisa menghasilkan pancake yang oke warnanya. Hihihihi …
Maaf sebelumnya kalau judul posting kali ini agak mirip sama salah satu merk atau ‘judul’ salah satu restaurant yang menu utamanya adalah pancake. Not mention to.
Memang gara-gara pernah diajak si kakak ke salah tempat makan yang menu utamanya pancake, which is Pancious disalah satu mall di Jakarta, saya langsung tertarik untuk membuat sendiri pancake just incase kangen sama enaknya pancake Pancious yang bahkan di Surabaya pun belum ada. Terutama di Malang, tempat makan yang menyediakan menu pancake bisa dihitung dengan jari, kalaupun ada jangan ditanya harganya. Bukan kocek mahasiswa atau semi pengangguran semacam saya ini. Itu pun dengan adanya salah satu tempat makan baru yang menyediakan menu pancake khusus di Kota Malang, d’Pans namanya, menurut saya masih belum cukup memuaskan secara harga meskipun rasa dan tempatnya boleh juga. Masih agak kemahalan dikiiiitttttt kali ya?? Walhasil, karena masih ngebet sama pancake, beberapa kali browse ke Om Google untuk cari resep pancake yang ternyata … buuuaannyyyakkk banget!!!! Dan setelah membandingkan satu dengan yang lain pada dasarnya bahan adonan pancake itu tidak sesulit yang dibayangkan. Untuk resep pancake yang komplit dengan takaran setiap bahannya tidak saya tampilkan di post kali ini karena di ‘tempat’ lain bisa dilihat dengan mudah.






