9 Nov 2013
buzzing around .. here comes the honeybee buzzing
26 Okt 2013
#saturdaynightwisdom
Selamat malam dimana pun anda berada. Hehehe ...
Long time no write ya, maklum hidupnya lagi agak seru belakangan. You named it, shit happens!! Tapi not that bad kok. Seperti kata Ustadz atau Ustadzah, tidak ada cobaan atau ujian yang manusia tidak bisa lewati, karena semata-mata ujian itu tidak melebihi kemampuan umat-Nya. Huahhhhhh ... bijak sekali saya.
As you know, my daily life selalu dihabiskan diluar rumah, kantor tepatnya. Weitss ... ngomongin kantor bakal ngga ada habisnya. Yang jelas pasti ribet, ribut, riweuh, apalagi yak ... mmm ... makan ati ... dan ujung-ujungnya ... lelah. Banyak hal yang terjadi belakangan di kantor, meskipun ngga enak tapi lumayan buat lesson learned hidup. Bukankah selalu seperti itu yah? Pastinya.
Mulai dari pekerjaan yang ngga ada habisnya, apalagi kalau lagi laris manis tanjung kimpul dapet orderan kerjaan, sampai kejadian terheboh abad ini. Sebetulnya bukan kejadian yang terkait sama saya secara langsung, tapi oke loh shock therapy-nya. Ada pergantian di lini Divisi. Uwow ... sementara kami para krucuk ini sedang heboh dengan kegiatan masing-masing, kabar itu mendadak bikin kacau kami. Hape mendadak berdering, centung-centung ga karuan, mulai dari SMS, BBM, iMessage, Line, Whatsup, Katalk sampai Twitter. Saling menanyakan kabar masing-masing. Perkembangaan terbaru sampai kalimat-kalimat penghibur. Saya ngga bakal ceritakan apa aja yang jadi pembicaraan di lini staf. Tapi jujur itu membuat mood staf di kantor agak down sebentar. Setelah dipikir-pikir, bukannya pergantian pimpinan itu adalah hal biasa? Yup ... seharusnya. Tapi apa yang menjadi cerita dibalik itu yang tidak biasa. Hiperbolis dengan asumsi-asumsi tak terarah yang berhembus bisa membuat blur atau kabur point hikmah sesungguhnya. Siapapun yang punya ide pergantian pimpinan itu, well ... sukses yah bikin spot jantung. Heheheh. Endingnya, memang tidakk ada yang bisa kami lakukan selain menerima semua kabar itu. Dan hanya berdoa semoga apa yang terbaik selalu menyertai kami semua.
Selain ngomongin pekerjaan yang sudah ada, to be honest saya masih ngarep buat jadi PNS. Huehehehe ... buat yang agak sentimen dengan profesi yang satu itu, don't be yah. Semua pekerjaan sebetulnya bagus, tidak ada yang lebih baik dari yang lainnya. Asal ngga korupsi aja. Kalau masalah korupsi, ya berarti masalah person-nya gitu yah ... Dari sejak saya tahu dunia diluar sana, saya ngga pernah punya cita-cita jadi pegawai bank atau perusahaan besar. Ngga tahu ya kenapa, padahal saya paling doyan kalau angka di tabungan saya bernilai 'besar'. Hehehe. Setelah setahun moraturium, akhirnya kesempatan untuk jadi CPNS dibuka kembali. Bisa ditebak saja ... brutal!!! Gila-gilaan pesertanya. Untuk tes awal saja sekali sesi tes (tahun ini pakai sistem CAT, di-google aja yah apa itu CAT) bisa sampai 300 peserta. Sehari bisa ada 4-5 sesi. Taruhlah sehari ada sekitar 2000 orang yang harus mati-matian putar otak. Kalau setiap instansi mengadakan 7 hari saja, silahkan dihitung ada berapa orang yang harus bersaing. Tidak hanya para pencari kerja/fresh graduate yang bersaing, tapi orang-orang seperti saya ini yang sudah bekerja ... hello ... bukan rahasia lagi yah untuk ikut berpartisipasi. Saya sama sekali sudah tidak menaruh ekspektasi saya secara berlebih, meski jujur masih ada sisa-sisa keinginan menjadi bagian dari para pegawai negeri sipil. Hihihiihi. Wallhualam bissawab. Saya pasrahkan saja sama Yang Punya Hidup.
Another story in my life ... Kabar dari beberapa teman dan keluarga yang diganggu masalah kesehatan. Termasuk saya, meski cuma flu. Tapi tetap, dengar berita 'sedang sakit' atau 'ngga fit' itu bikin mood juga jadi was-was. Bagi saya khususnya flu. Paling ngga bisa kalau kena flu. Pasti segala sesuatu kacau. Cuaca benar-benar sudah ngga pada kondisi idealnya. STOP GLOBAL WARMING PEOPLE!!!!!! Argghh ... ngomong sama diri sendiri rika!! Belum mau naik transportasi massal ngga usah nyuruh orang ngga nyumbang karbon. Woopsiee!!!! LOL. Sampai ke urusan emak masuk rumah sakit karena tensinya sampai 200/120. Hokeh ... tambah bikin jadwal sehari-hari tambah rutenya. Yang sehari-hari rumah-kantor-rumah, ini bisa jadi rumah-rumah sakit-kantor-rumah sakit-rumah. Untung deket rumah, jadi ngga lama-lama di jalan dari rumah ke rumah sakit. Kesehatan emang gift paling oke yang bisa dikasih Allah SWT untuk kita-kita manusia. Mahal loh ... Take care ya peops, cuaca ngga bisa disalahin terus. Yang penting kitanya harus ekstra jaga kondisi badan. Karena cuma badan kita yang bisa kita atur, instead of cuaca, angin, hujan, dan lain sebagainya.
So, how about the love life?
Membuka diri terhadap cerita-cerita lama itu susah-susah gampang. Antara tuntutan Tuhan untuk tetap menjalin silaturahmi versus tuntutan duniawi yang masih sakit hati. Bukannya ngga moved on siy, justru karena lagi asik-asiknya moving on, eh ... tiba-tiba dihadapkan sama situasi yang ngebuka borok/luka ya siapa yang ngga angin-anginan gitu yah. Tapi atas nama Tuhan, ego saya kalahkan. Kalau dia memang mau mencoba berkomunikasi kembali, apa salahnya. Tentu dengan terms and condition yang saya buat sendiri, asal bukan saya yang duluan. Heheheh. Tuhanku, semoga bisa bener-bener moving on in proper way ya.
Pada akhirnya, di malam minggu a.k.a saturday night kali ini, saya cuma mengembalikan segala sesuatunya pada kodrat yang memang sudah diajarkan kepada kita. Rejeki, jodoh, lahir-mati itu pasti dan sudah ada yang atur. Yang penting sebagai manusia tetep berusaha ya. Kali-kali Tuhan ngelirik usaha kita dan jalannya dikasih yang jauh lebih baik. Amin. :)
Gimana dengan kalian?
8 Agu 2013
Eid Mubarak 1434 H
5 Jun 2013
Blank ...
Pengen nulis sesuatu ...........................................
tapi ...................................................
lagi ga tau apa yang mau ditulis ...........................................................
nyieh nyieh nyieh ................................................
jadi nulis gini .........................................................................
monggo di-skip saja, ngga usah dibaca ......................................................................
12 Mar 2013
T.I.M.E
14 Feb 2013
Valentine
24 Nov 2012
1st anniversary!!!
Alhamdulillah ... Setahun di tempat ini masih bisa bertahan. Insyaallah rejekinya halal. Semoga bisa terus berkembang, dan masih bisa jadi kepercayaan. Tidak juga mengagung-agungkan tempat ini tapi juga ngga mau men-judge segala kelurangannya.
And for my daily life family, semoga tetap akur dengan segala keperbedaan yang ada. Kecup satu-satu :)
15 Agu 2012
Here's the thing : tersenyum
"insyaallah tanggal 27 ya mbak siap kantinnya" itu katanya.
Huaaaahhhhh ramailah lantai 2 selama beberapa waktu. Akhirnya ada kebijakan yang gw rasa win-win solution for all. Berasa banget nih sebulan kantin tutup karena puasa dengan ngelihat temen-temen non muslim kebingungan cari tempat makan in the middle of nowhere karena lokasi kantor gw. Ujung-ujungnya kadang-kadang diceletukin para boss karena lama balik dari makan siang. Hasil gosip singkat dengan ibu kantin rupanya jasa beliau masih akan eksis untuk beberapa waktu. Entah kelanjutan pastinya bagaimana. Tapi kabar tanggal 27 agustus kantin mulai standby rasanya jadi kabar yang melegakan. Walhasil request ketupat dan makanan pekengkapnya langsung bermunculan.
Huhuhuhu jadi terharu gw tiba-tiba. Gw sadar kadang-kadang masakan ibu kantin memang tidak begitu variatif. Sadar juga tetap mempertahankan kantin adalah langkah wise untuk semua pihak. Mungkin dengan kesepakatan-kesepakatan kecil diantara kedua belah pihak adalah cara yang terbaik yang membawa kebaikan untuk semua orang. Good job, boss!!! Semoga memang ada peningkatan ke arah yang lebih baik. Dan senyuman ibu kantin sehari yang lalu bukti kelegaan beliau. Everything will be fine kok, buk!!!
25 Jul 2012
Fasting Time
Gw ngga mau nulis panjang siy, lagi males gw blog posting, gw cuma mau ngucapin Met Puasa buat rekan-rekan pembaca (yaelah!!!) blog gw, itu juga kalau ada yang baca secara blognya agak-agak ngga fokus gini isinya curhatan melulu. Semoga ibadah yang kita lakukan selama sebulan ini diterima Allah SWT. Dan semoga dikasih setahun umur lagi buat ngerasain puasa ramadhan. Amin.
*ditulis kala kantor sepi pada ke musholla buat Dhuhur-an, gw lagi ngga puasa karena 'bocor' jaga ruangan, plus pak boss yang pada dinas ke Jakarte. What a peaceful day ...
21 Jul 2012
Here's the thing : kantinku sayang, kantinku malang
Oke ... Keliatan jelas kalau gw mau cerita tentang kantin beserta tetek bengeknya yak. Gw panjang banget ngejelasin lokasi kantin kantor gw heheh. Yup ... Kita sebut saja sang subject topik kali ini adalah ibu kantin. Trending topic minggu ini dikantor adalah beliau. Seorang janda beranak 2 (kalau tidak salah), dengan kru 4 ibu-ibu untuk support beliau setiap hari menyiapkan makanan atau dagangan. Gosip pertama kali terhembus ketika gw harua lembur di kantor dan secara tidak sengaja salah seorang teman yang juga terjebak dalam aktifitas lembur mendengar gosip ini. Ibu kantin akan di-cut dan digantikan dengan makanan catering. Reaksi yang gw dan beberapa teman seruangan ketika mendenga adalah ... Hapahhhhh?????!!!!!!! FYI, kantin di kantor gw adalah salah satu tempat kita bersosialisasi dengan teman-teman bagian lain, a moment break to not staring at PC or laptop, tempat berdiskusi para bos ring 2 (baca : kepala divisi) bagian gw secara santai. Atau kadang kala kantin kantor gw jadi tempat escape gw dan teman-teman sejenak ketika bete dengan para bos atau kehectican bagian gw yang setiap hari ngga ada abisnya. Tentunya selain musholla kantor.
Sebuah kebijakan kantor gw seluruh pegawai dengan jumlah +- 100 orang diberi jatah makan sekali seharga Rp. 8000 rupiah dan cukup tanda tangan di semacam kertas absen harian pertanda kita sudah mengambil jatah makan hari itu. Cukup lumayan bagi kami sekantor mengingat kantor kami ada diujung utara Kota Surabaya yang bahkan angkot saja tidak lewat, sehingga jam makan siang kami tidak perlu keluar kantor dan menempuh jarak yang lumayan untuk mencari sesuap nasi di tengah hari. Atau kebutuhan cemil-cemil kami bisa dipenuhi dengan barang dagangan ibu-ibu kantin yang tersedia, tentunya yang ini kami dikenakan harga diluar jatah makan siang kami. Kantin semakin jadi tempat menyenangkan ketika kami lupa tidak membawa uang lebih jika kami mengambil camilan dan ibu kantin akan dengan baik hati mengiyakan celetukan kami,"nanti ya bu bayarnya!!!!". Sukur-sukur kalau bisa segera dibayar, dan tidak jarang beberapa hari kemudian kami baru akan membayar. Termasuk gw. Hehehe. Kadang kala gw dan beberapa teman suka ngomel karena menu kantin yang itu- itu saja. Pecel, telur, ayam, tahu tempe, menu sayur saja yang terkadang berganti-ganti. Gw bisa paham kenapa menu makanan ngga bisa bervariasi. Apalagi kalau harga-harga sembako yang se-geje saham di lantai bursa. Bisa turun atau semurah-murahnya atau naik alias mahalnya ngga kira-kira. Belum lagi kelakuan kami-kami yang suka kas-bon. Puyeng juga tuh ibu-ibu. Entah alasan apa yang membuat pimpinan yang berwenang di kantor memutuskan untuk mempertimbangkan mengganti kantin dengan makanan catering. Mungkin karena mereka boss jarang makan di kantin, makanan selalu diantar, dan hello ... Mereka boss!!!! Yang ada makanan diantar!!!!! Jadi maklum saja kalau para boss tidak merasakan betapa leganya kami para pegawai ketika kami memiliki space itu.
Gosip semakin kemana-mana ketika berhembus kabar itu bukan maksud sebenarnya. Melainkan sebuah teguran agar ada peningkatan dari menu makanan kantin dan baru akan digantikan kalau tidak ada peningkatan. Well to be honest kadang kalai kami juga suka mengeluh menu makanan yang disajikan tidak begitu bervariasi. Atau malah kadang kala kami suka protes ke para ibu kantin untuk mau memasakkan makanan-makanan diluar apa yang sudah disajikan. Baru ngerasa kasian gw sama ibu-ibu kantin. Ternyata we are so pushy, menuntut, dan seenak hati. Suka sering kita lupa ada keuntungan dari barang dagangan yang mereka jual untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Hmmmm .... Kok jadi dalem yak??? But it is!! Naluri rakus manusia suka ngga bisa di-rem.
So ... Gw dan teman-teman sempat ngebahas ini dan menebak-nebak apa rasanya kalau kantin memang ditiadakan, ibu-ibu kantin yang riuh ramai sepanjang hari jadi entertain secara tidak sadar, lalu bahkan untuk makan siang pun kami harus tetap stand by di ruangan dengan pandangan yang sama sepanjang hari. Atau tidak terbayang tidak ada pilihan makanan yang bisa kami tentukan setiap hari. Gw ngga paham dengan sistem catering kantor, tapi harusnya kami cuma akan bisa terima apa adanya yang diberikan hari itu, begitu 'kan?! Lalu gimana dengan temen gw yang vegi kalau jika makanan hari itu penuh dengan daging-dagingan? Atau gimana dengan temen gw yang harus selalu makan sayur berkuah kalau jika makanan hari itu cuma ada oseng sayur? Atau gimana dengan kami yang kadang kalau suka tiba-tiba berhasrat makan mi instan? You answer that.
So ... Here's the thing, apapun alasan dibalik semuanya gw cuma bisa ngedoain para ibu kantin yang kudu berjuang lebih sekali lagi untuk hidupnya. Hidup emang ngga gampang, it's rough!!! Hursh!!!!! Kejam. Tapi ngga mungkin seluruh bagian kehidupan kita kejam dan ngga ngasih kelegaan sedikit pun. Banyak sabar, do what a have to do, dan apapun keputusan yang akan diambil nantibadalah yang terbaikn bagi setiap pihak. Keep the faith, bu as, bu yah, mbak umi dan mbak nur.
*at car wash while think about the whole universe
24 Jun 2012
Here's The Thing ...
Gw mendadak jadi orang lebay sedunia akherat dan jadi orang paling galau sedunia abg alay yang doyan lalalayeyeye di acara tv musik pagi. Tuh 'kan bikin posting-an blog ketiga untuk tema yang sama udah cukup lebay di dunia gw!!
Ngga nyangka gw kalo semuanya se-nggak gampang gini. Oke ... Ngga bakal lebih berat dari marriage life, rika. Dulu gw pikir sakit hati karena bertepuk sebelah tangan udah cukup malu-maluin di mata malaikat dan Tuhan. Ternyata urusan beginian panjang ya, cyinnnn, tahapannya.
Gw bukan makhluk Tuhan yang rajin sholat atau termasuk dalam manusia-manusia relijius tapi gw tahu gw keep in faith to Allah SWT, Tuhan gw. Jadi ujung-ujungnya gw cuma bisa berdoa dan ngegantungin harapan gw ke Beliau. Apapun itu. Tiap kelar sholat pada akhirnya gw cuma bisa berdoa semoga gw stay still in faith, ngga goyah karena urusan cemen begini, dan alhamdulillah bersyukur gw lagi 'disiapin' buat next step in this thing biar gw lebih siap. Kerjaan Tuhan 'kan doyan banget tuh fit and proper test makhluknya? Semoga gw termasuk dalam kaum-kaumnya yang lolos dan siap buat dikasih the next big thing sama Tuhan. Oya ... Dan satu lagi. Pas gw cerita ke emak tentang hal ini, tahu nggak reaksi emak? Ketawa cyinnn!!! Katanya sama persis kayak cerita beliau jaman dulu yang terus berakhir di pelaminan bareng bokap. Dan emak cuma bilang gw tenang aja karena insyaallah setelah ini itu yang paling baik. Amin, mak, amin!! Lagi-lagi gw suka lupa tuh, barangkali (lagi-lagi) gw 'kalah' sama doa emak gw. Kurang tahu juga siy doa emak kayak gimana persisnya, tapi yang gw tahu emak gw selalu ngedoain yang paling baik buat anak-anaknya. Jadi ... Hukum logika-nya mudah. Gw ngga jalan sama tuh orang karena emak gw masih belum 'ngerestuin' karena (mungkin) dia belum yang terbaik buat gw. Asal lo-lo tahu, dari segala kemungkinan, gw dan niy orang serendipity-nya ngga ketulungan. Kenal di chat, ternyata gedung kuliah sebelahan. Kerabat dia ternyata sekantor sama emak gw. Dan yang paling penting (FYI ... insyaallah) gw terima apa adanya dia.
Sumpah gw kelupaan sama 'hukum' yang satu itu. Dan pagi ini gw jadi kayak dapet morning enlightment gitu, ditengah pagi di Kota Surabaya yang nggak tahu lagi dingin banget, masih kepet belum mandi, bahkan belum turun dari tempat tidur gw. Jadi harap maklum kalo post gw yang ini bau iler atau bau jigong (halah!!).
Jadi, rika, what's the point?
Gw salah berdoa selama ini!!!! Kalau selama ini gw berdoa untuk seseorang yang gw mau, kudunya gw berdoa ngedukung doa emak gw. Well, diluar kata orang biar ngga nyasar doanya kudu spesifik dan detil untuk seseorang tapi gw masih yakin Tuhan maha tahu dan cukup sekali sebut Tuhan juga bakal paham. Kite berdua kan sohib, iye nggak, sob?? Hehehe. Jadi gw mau coba doa gw kali ini gw ganti. Gw bakal ngedukung apapun doa emak (dan doa bokap gw dink, hampir kelupaan) karena gw masih dan mesti punya faith kalau itu yang paling baik. Biar ngga 'kalah' lagi sama doa emak gw yang asli ngga bakal bisa lo lawan. Emak gw orang sakti kali ye? Dan selebihnya mari kita lihat episode selanjutnya cerita cinta-cintaan gw. Yang ini uda kelar seasonnya dengan episode 4 tahun mengejar lo, next insyaallah gw post season selanjutnya dan semoga itu lebih baik. Amin.
Pamit dulu mas bro mbak sist!!! Sarapan dulu kita yak ...
*galau abis gw pake nulis ginian dan gw post ke khalayak ramai. Jadi blogger tuh orang-orang galau sesungguhnya ... Yup ... Galau!!
*dilempar bata sama blogger-blogger sedunia akherat
2 Jun 2012
Berdamai dengan HATI
Akhirnya ... harus menahan malu atau ego lebih tepatnya. Menyelesaikan apa yang masih jadi ganjalan di hati.
Alhadulillah ... semua bisa diselesaikan dengan baik-baik.
I forgive but will not forget. It's just meant to be. Dan sialnya harus kena di saya.
5 Mei 2012
Thanks yah Erna, Nadya, Yoga!!!
Gilaaaaakkkkkkkkkk .................... Gw patah hati cing!!!!!!!!!!!!!!!!! Tapi herannya setelah dipikir-pikir, saya juga kapan gitu pernah (yang katanya ABG jaman baheula sampai jaman alay sekarang) 'ditembak'. Tapi, empat tahun lebih bossssss Gw ngarepin itu makhluk. Goblok!!!!!!!! Kalau kata almarhumah penyanyi keren era eyang-eyang saya, Etta James, may she rest in peace, Fool that i am. Coba pada browse lagu itu dan dengerin apa kata eyang Etta. Itulah yang terjadi sama saya.
Fresh from the oven, dua hari yang lalu display picture BBM doski (yaelah ... tuwir banget yak istilahnya!!!) update yang bikin hati nyesek. Kalau kata orang-orang picture tells everything, well ... it does!!! Sejujurnya hampir setahun belakangan saya memutuskan untuk menghentikan tindakan bodoh (baca : ngarepin) doski dengan mengurangi intensitas komunikasi, dan kebetulan jarak pun doski dimana saya dimana. Sampai pada akhirnya saya mesti merantau ke seberang pulau dan memberi kabar itu ke doski sebagai bentuk pamitan saya. Yahhh ... dari situ komunikasi jadi lumayan 'nyambung' meski ngga begitu intens. Tapi harapan itu jadi muncul kembali. Dan bodohnya sudah masuk tahun 2012 saya biarkan, hingga dua hari yang lalu. He pictured himself with a girl. Sebodo amat kalau itu cewek random yang saya ngga kenal. Masalahnya cewek itu temen gw!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!Gimana ngga ancur tuh hati (#eaaaa)???
Oke ... mewek dua malem-lah saya, untung idung lagi ingusan juga. Jadi mana yang bekas mewek atau lagi ingusan, mam and pap ga bakal notice. Dosa gw dua hari ini jutek abis sama mam, pap, and kakak gw. Sorry yaaahh .... Anaknya lagi patah hati, makkkk!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! Huks.
Sebut saya lebay atau apa, terserah, pose mereka jelas biasa aja. Tapi justru karena saya paham gimana doski dan paham abissss sama si teman, dan mereka adalah tipikal orang yang ngga bakal foto dengan pose yang tidak seharusnya dilakukan kalau mereka teman biasa, itu yang bikin mewek ngga karuan selama dua hari. Tenang aja, kalian masih cukup sopan kok posenya, biasa aja malah (if you both read this). Jujur aja, belum ada berita pasti kalian bener jalan bareng atau ngga, gw juga ngga mau tahu. Ngga perlu tahu. Tapi bisa ngga sih sopannnnnn atau gimana gitu??????????????? Gw ngga ngarepin para pria untuk komen di post gw kali ini, karena saya sudah tahu apa komen kalian. 'Kan lo bukan apa-apanya dia? Kenapa rempong?', itu 'kan komen kalian? Booo boooo ... nenek-nenek salto juga paham!!!!!!!!! Tapi gw cewek cyinnnnnnnnn!!!!!!!!!!! Ngga semudah itu mikirnya. For every single things that had ever happen in the past, kalian semua ngga akan paham dengan apa yang saya rasakan. Sungguh.
Galau. Baru kali ini ngerasain sama apa yang katanya patah hati. Bertepuk sebelah tangan, lewatttt. Udah sering gw. Tapi yang kali ini ... sumpah ... berattttttt. Saya (insyaallah) ngga pernah ada masalah sama si teman. Dan semoga dia juga ngga ada masalah sama saya. Bahkan setelah kejadian foto itu, saya bahkan ngga bisa ngedoain yang jelek-jelek atau nuduh si teman yang aneh-aneh. It's too kind for our friendship. Sungguh. Gw ngga bisa nuduh lo. Lo tetep temen gw.
Jadi apa yang salah? Ngga ada. Tapi kenapa harus si teman, Ya Allah (ala baim)???? Huks.
Sungguh saya ngga bisa ngedoain yang aneh-aneh.
Ini hari ketiga setelah kejadian foto itu. Dan alhamdulillah ... saya punya teman-teman yang paham maksud saya. Saya ngga bisa nangis di depan mereka, tapi saya yakin mereka bakal tetep obyektif. Bahkan Yoga (salah satu orang yang kena mewekan gw pertama kali setelah tahu kejadian foto itu) sudah sejak kapan tahu ngingetin untuk ngga terlalu ngarepin doski. Damnnnnn, Yog, kamu paranormal yak???? First lesson to all ladies in this crazy world, always listen your boy-friend when he says something serious about their world. Dan gw ngebantah!!!!!! Tapi kata iklan ngga kotor berarti ngga belajar. Kata-kata Nad tadi sore bikin saya sadar. Kami berdua itu tipikal cewek-cewek tahan banting yang kalau ngga kepentok ngga bakal berhenti. So ... be it. Saatnya melanjutkan hidup untuk esok hari, lusa, dan seterusnya. 'Toh udah kepentok. Iya 'kan? Yess dear. Last but not least, petuah Erna yang belakangan lagi suka-sukanya baca buku self-healing (si cacing dan apanya itu) atau cari info tentang self-healing, selalu ngingetin selama dua hari ini untuk menelan apa yang sudah terjadi. Ibarat orang sakit, ini adalah obat untuk heal yourself. Pahit tapi nyembuhin. Saya beruntung punya tiga orang ini. Mereka all the time terima Bbm galau saya kalau lagi keingetan. Dohh ... maap yahhh kalau annoy kalian!!! Sekarang sudah ngga kenapa-napa kok. Biasanya saya bakal denger lagu-lagu mello menyayat hati buat ngeluarin air mata berliter-liter. Tapi anehnya, kali ini saya ngga mau begitu. Walhasil test drive malam minggu teriak-teriak nyanyi lagu mello di playlist winamp dan gw ngga mewek!!!!! Hehehe tepuk punggung sendiri (eh gimana caranya yak???).
So ... saya cuma mau bilang a huge thanks to this three persons. For being there for me. Tanpa judgement sepihak semata-mata saya ini sahabat mereka, melainkan mengatakan apa yang harus saya lakukan. Ngga tahu bakal gimana saya tanpa kalian dua hari ini.
(For both of you, silahkan lanjutkan hidup kalian. Saya tahu kalian akan segan ke saya jadinya, maka jadilah tulisan ini. Pemberitahuan kalau saya paham. Meski seandainya ada cara yang lebih gentle untuk dilakukan itu yang saya harapkan. Saya tetap akan support kalian bagaimana pun yang sudah terjadi)
Dan akhirnya saya semakin paham maksud Tuhan. Mengutip sebuah kalimat di buku "Bujang dan Putri Malaka", ... kemudian manfaat utama dari orang yang sangat mencintai seseorang yang tidak mencintainya adalah rasa cinta itu sendiri. Kalau ngga begini, saya ngga bakal paham gimana seharusnya kalau kelak saya mulai cinta-cintaan.
(Emang gimana cobaa hayooo kalau mau cinta-cintaan??????? Huaaaaaaaaa kagak tau anee!!!!!!!!!!!)
21 Sep 2011
4 Jun 2011
DARI KARTINI
Secara tidak sengaja melihat buku bersampul hijau di lemari buku mama yang bertahun-tahun memang cuma jadi benda pajangan di rumah. Maklum … isi didalamnya cuma meliputi beberapa buku-buku lama yang disimpan mama, yang sebenarnya bukan jenis buku-buku yang bisa dibaca sekilas lalu. Bagaimana tidak, ensiklopedia beberapa jilid, seri 30 tahun kemerdekaan Indonesia, dan beberapa seri pengetahuan umum, berukuran segede gajah yang untuk membacanya pun harus diletakkan di meja alias importable.
Buku bersampul hijau ini sebenarnya bukan jenis buku fiksi atau biografi semacamnya. Dari judulnya “Pengadabadian Pahlawan Kemerdekaan Nasional IBU KARTINI” dan diterbitkan oleh “Panitia Pengabadian Pahlawan Kemerdekaan Nasional Ibu Kartini Kabupaten Rembang”, buku ini sebenarnya hanya sekedar katalog singkat mengenai suatu tempat. Pernah ‘kan ketika kita pergi ke suatu tempat lalu disetiap kita memasuki tempat tersebut para guide memberi sebuah buku katalog singkat mengenai isi tempat tersebut? Semacam itulah. Dan setelah membaca pendahuluan atau kata pengantar yang ditulis atas nama Bupati Rembang memang benar. Buku ini diterbitkan untuk memberi ulasan singkat dasar pendirian kamar bekas kediaman Ibu Kartini di rumah dinas Kabupaten Rembang dan pembangunan makan beliau ditengah-tengah makam keluarga R.M.A.A Djojoadhiningrat (suami dari Ibu Kartini yang juga pernah menjabat sebagai Bupati Rembang), dan beberapa pendirian bangunan lain untuk memperingati jasa-jasa Ibu Kartini di Kabupaten Rembang.
Sesuatu yang membuat buku ini menarik perhatian saya adalah beberapa kata bijak dan cerita pewayangan karangan Ibu Kartini yang dibuat hampir seabad yang lalu, dengan segala drama yang terjadi dan ketika dicerna kembali, kok masih relevan ya? Selain cerita pewayangan yang memang layaknya cerita legenda saja.
Sebelumnya, entah hal ini diperbolehkan atau tidak, tanpa ijin dari beberapa pihak terkait, saya ingin membagi pesan-pesan yang pernah dibuat Ibu Kartini kepada kita wanita, dan pria tentunya. Kalau berdasarkan kata pengantar yang dibuat memang buku katalog ini sudah direstui oleh Menteri Sosial Republik Indonesia kala itu dan isi didalamnya terkait sejarah Ibu Kartini disusun dengan mengolah beberapa sumber buku yang pernah ada. Jadi, harusnya tidak apa-apa ya kalau saya mengutip beberapa kata bijak Ibu Kartini. Niatnya cuma sekedar share kok. Kalau ada yang keberatan, tolong saya diingatkan yah …
Ini beberapa kata bijak Ibu Kartini …
Akan datang djua kiranja keadaan baru dalam dunia Bumiputera, kalau bukan oleh karena kami, tentu oleh karena orang lain. Djanganlah kami tjoba dengan paksa mengubah adat kebiasaan negeri kami ini. Bangsa kami jang masih seperti anak-anak itu, akan mendapat jang dikehendakinja, jang mengkilap bertjemerlangan. Kemerdekaan wanita tak boleh tidak akan datang djuga, pasti akan datang, hanjalah tiada dapat dipertjepat datangnja.
~~
Daripada mati itu akan tumbuh kehidupan baru. Kehidupan baru itu tidak dapat ditahan-tahan, Dan meskipun sekarang dapat djuga ditahan-tahan besoknja akan tumbuh djuga dia, dan hidup makin lama makin kuat dan makin teguh.
~~
Kaum muda sekarang tiada pandang prija atau wanita wadjiblah berhubungan. Masing-masing sendiri-sendiri memang dapat berbuat sesuatunja akan memadjukan bangsa kami, tetapi apabila kita berkumpul bersatu, mempersatukan tenaga, bekerdja bersama-sama, tentu usaha itu akan lebih besar hasilnja.
~~
Kemenangan jang seindah-indahnja dan sesukar-sukarnja jang boleh direbut oleh manusia, ialah menundukkan diri sendiri. Paham lama jang sudah turun-temurun tiada dapat dengan sebentar sadja disisikan, akan menggantinja dengan paham baru. Berkuasa barang jang lama itu, oleh karena masih dihormati orang seluruh negeri, tetapi tumbuhan muda jang segar itu tentulah akan menang djua.
~~
Dan siapakah jang lebih banjak dapat berusaha memadjukan ketjerdasan budi itu, siapakah jang dapat membantu mempertinggi deradjat budi manusia, ialah wanita, ibu, karena haribaan ibu itulah manusia mendapatkan didikannja jang mula-mula sekali.
~~
Djanganlah berputus asa, dan djanganlah menjesali untung, djanganlah hilang kepertjajaan hidup. Kesengsaraan itu membawa nikmat. Tidak ada jang terdjadi berlawanan dengan rasa kasih. Jang hari ini serasa kutuk, besoknja ternjata rahmat. Tjobaan itu adalah usa pendidikan Tuhan.
~~
Selain ketujuh kata bijak Ibu Kartini tersebut, sebetulnya masih ada cerita pewayangan karya Ibu Kartini yang ditulis pada tahun 1902 dengan judul “Kongso”. Mungkin di kesempatan lain waktu saya tampilkan cerita tersebut.
Semoga apa yang diucapkan Ibu Kartini bisa jadi penyemangat kita para wanita. Amin.
~ Sutjining rasa Haruming budi ~
1 Jun 2011
PLASTIC … PLASTIC … CODE IT!!!
Sudah mulai cinta lingkungan ‘kan?
Sudah sadar tentang global warming, climate change, dan sejenisnya?
Sudah pasti mengerti kalau plastik bukan recycle-able things ‘kan?
Beberapa waktu lalu, harus antar mama ke salah satu supermarket besar di dekat rumah, dan melihat jajaran botol-botol minum plastik yang lucu-lucu. Tidak hanya botol plastik minum tapi juga kotak makan plastik dan sejenisnya. Tapi jadi teringat juga dengan kode bahan plastik yang sebetulnya bisa berpengaruh dengan makanan atau minuman yang ditaruh didalamnya. Setelah mem-Mbah Bing-kan tentang kode plastik, ternyata sudah ada dan banyak informasi tentang topik terkait baik berupa artikel, dokumen resmi, maupun blog. Dari 381.000 results yang dikeluarkan Mbah Bing, ini beberapa yang bisa saya share dan link.
Buat yang belum paham, plastik memiliki sifat atau karakter bahan yang bisa mempengaruhi makanan atau makanan yang disimpan didalamnya. Dan untuk mempermudah kita, sebagai konsumen, ada kode-kode serta simbol yang umumnya disertakan di bagian bawah botol atau kotak plastik. Dari artikel internet kompas, kode-kode bahan plastik dikeluarkan oleh The Society of Plastic Industry pada tahun 1998 di Amerika Serikat, dan diadopsi oleh lembaga pengembangan sistem kode, seperti ISO (International Organization for Standarization). Kode pengenal plastik dibagi menjadi 7 kelompok, antara lain :
| KODE (source : artikel internet kompas) | PENGGUNAAN (source : http://www.tupperware.co.id/Images/Documents/lampirankode_BPOM.pdf) |
Tanda ini biasanya disertai tulisan PET (polyethylene terephthalate). Plastik jenis ini berwarna jernih atau transparan dan banyak dipakai untuk botol air mineral, jus, dan hampir semua botol minuman ringan lain. Yang perlu diperhatikan adalah botol dengan bahan ini direkomendasikan hanya sekali pakai. Mengapa? Pertama, desain leher sempit pada botol membuatnya sulit dibersihkan. Lama kelamaan bakteri dari tangan dan mulut dapat tumbuh di botol. Kedua, bila terlalu sering dipakai, apalagi digunakan untuk menyimpan air hangat atau panas, akan mengakibatkan lapisan polimer pada botol tersebut meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik (yang dapat menyebabkan kanker) dalam jangka panjang. | Botol minuman, minyak goreng, selai peanut |
Umumnya, kode ini disertai tulisan HDPE (high density polyethylene). Jenis plastik ini memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan terhadap suhu tinggi. Biasa dipakai untuk botol kemasan susu berwarna putih, galon air minum, kursi lipat, dan lain-lain. HDPE merupakan salah satu bahan plastik yang aman digunakan karena kandungan plastiknya mampu mencegah reaksi kimia antara kemasan plastik dengan makanan atau minuman yang dikemasnya. Meski begitu, sama seperti PET, HDPE juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian saja. Pasalnya, untuk membuat PET dan HDPE digunakan senyawa antimoni trioksida. Senyawa kimia itu mudah masuk ke dalam tubuh melalui pernapasan. Kontaminasi senyawa dalam periode lama akan menyebabkan iritasi kulit dan saluran pernapasan. Bagi perempuan, senyawa ini bisa meningkatkan masalah menstruasi dan keguguran. | Botol susu cair dan juice, tutup plastik, |
| Inilah jenis plastik yang paling sulit didaur ulang. Pada kemasan yang mengandung plastik jenis ini biasanya tertera logo daur ulang (terkadang berwarna merah) dengan angka 3 di tengahnya serta tulisan V yang berarti PVC (polyvinyl chloride). Plastik ini bisa ditemukan pada pembungkus (wrap) dan beberapa botol minuman kemasan. Jenis ini berbahaya untuk kesehatan karena mengandung DEHA (Di-2-etil-heksiladipat) yang dapat bereaksi dengan makanan saat bersentuhan langsung. DEHA bisa lumer pada suhu 15 derajat celsius. Reaksi yang terjadi antara PVC dengan makanan yang dikemas plastik ini berbahaya untuk ginjal, hati dan penurunan berat badan. Sebisa mungkin hindari pemakaian jenis plastik ini. Cari alternatif pembungkus lain saja seperti plastik dari polyethylene atau bahan alami, misalnya daun pisang atau daun jati. | Botol jus, air mineral, minyak sayur, kecap, |
| Biasanya ditulis bersama kode LDPE (low density polyethylene). Karakter plastik ini kuat, agak tembus cahaya, fleksibel dengan permukaan agak berlemak. Terbuat dari minyak bumi dan biasa dipakai untuk tempat makanan, plastik kemasan, dan botol-botol yang lembek. Pada suhu di bawah 60 derajat Celsius, plastik ini sangat resisten terhadap senyawa kimia. Daya proteksinya terhadap uap air tergolong baik. Namun, kurang baik bagi gas-gas yang lain seperti oksigen. Plastik ini sulit dihancurkan tapi dapat didaur ulang. Bahan ini baik untuk tempat makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan yang dikemasnya. | Pot yoghurt, kantong belanja (kresek), |
| Tulisann PP (polypropylene) biasanya hadir bersama angka ini. Karakteristik plastik ini lebih kuat, transparan yang tidak jernih atau berawan, ringan dengan daya tembus uap yang rendah, memiliki ketahanan yang baik terhadap lemak, stabil terhadap suhu tinggi dan cukup mengkilap. PP adalah jenis bahan plastik terbaik dan aman, terutama untuk tempat makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol susu untuk bayi serta wadah plastik yang bisa dipanaskan dalam microwave. Carilah wadah dengan kode angka 5 bila membeli barang berbahan plastik untuk menyimpan kemasan berbagai makanan dan minuman | Pembungkus biskuit, kantong chips kentang, |
| Terbuat dari bahan plastik jenis PS (polystyrene). PS biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dan lain-lain. Polystyrene merupakan polimer aromatik yang dapat mengeluarkan bahan styrene ketika makanan itu bersentuhan dengan wadah. Selain tempat makanan, styrene juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari, karena berbahaya untuk kesehatan otak, mengganggu hormon estrogen pada perempuan yang berakibat pada masalah reproduksi, pertumbuhan dan sistem saraf. Selain itu, bahan plastik ini sulit didaur ulang karena memerlukan proses yang sangat panjang dan lama. | Wadah makanan beku, sendok, garpu, Wadah makanan siap saji, cup kopi |
Biasanya disertai tulisan OTHER. Jenis plastik ini terbagi 4 yaitu PC (polycarbonate), SAN (styrene acrylonitrile), ABS (acrylonitrile butadiene styrene), dan Nylon. OTHER dapat ditemukan pada botol minum olahraga, suku cadang mobil, alat rumah tangga, komputer, alat elektronik, dan plastik kemasan, botol susu bayi, gelas Balita (sippy cup), botol minum polikarbonat, dan kaleng kemasan, termasuk kaleng susu formula. Sebenarnya PC tidak dianjurkan sebagai wadah karena dapat mengeluarkan bahan utamanya, Bisphenol A ke dalam makanan dan minuman. Efeknya, bisa merusak sistem hormon, kromosom pada ovarium, penurunan produksi sperma, dan mengubah fungsi imunitas. Sedangkan SAN dan ABS baik digunakan sebagai kemasan karena memiliki resistensi yang tinggi terhadap reaksi kimia dan suhu. Biasanya SAN terdapat pada mangkuk mixer, pembungkus termos, piring, alat makan, penyaring kopi, dan sikat gigi. Sementara ABS digunakan sebagai bahan mainan lego dan pipa. | Galon air mineral, botol susu bayi |
Untuk beberapa negara di dunia terkadang menyederhanakan pelambangan atau simbol
bahan plastik yang aman untuk makanan atau minuman dengan logo berikut, yang berarti aman untuk makanan atau minuman (for food use).
Selain ketujuh kelompok bahan plastik tersebut, jangan lupa dengan Melamin-formaldehid (MF) yang tidak bisa didaur ulang. Ingat peristiwa pelarangan pemerintah kita atas beberapa barang yang mengandung bahan ini? Melamin sehari-hari bisa kita temui pada peralatan makan, di rumah saya sendiri masih ada beberapa piring dan sendok melamin. Sebenarnya saya juga kurang paham dengan bahasan kimia atau mineral yang dikandung oleh melamin sehingga berbahaya jika bereaksi dengan suhu panas. Dari beberapa artikel tentang melamin menyebutkan bahan melamin mengandung mineral atau apalah istilahnya yang berbahaya bagi tubuh jika dikonsumsi. Untuk itu jangan pernah menggunakan peralatan makanan berbahan melamin dengan kondisi makanan masih panas.
Yang pasti semakin kesini, kita harus aware dengan hal-hal yang seperti ini. Sudah bukan lagi jamannya eyang-eyang kita yang memang punya kekebalan tubuh jauh lebih super dari kita (hehehe!!) sehingga mau pakai bahan apapun juga tidak pernah mengalami gangguan terhadap kondisi tubuh. Satu hal yang memang mulai saya biasakan dalam menggunakan barang berbahan plastik, khususnya untuk menyimpan makanan atau minuman, adalah tidak menggunakannya untuk makanan bersuhu, baik terlalu panas atau terlalu dingin. Meski umumnya plastik tidak akan bereaksi dengan makanan atau minuman dingin, tapi cukup ingat saja dengan karakter atau sifat plastik yang memang bereaksi dengan sesuatu yang bersuhu. Bahan plastik yang aman untuk makanan atau minuman (baca : for food use) sekalipun ada batas maksimum suhu yang aman dan toleran untuk tidak menimbulkan reaksi apapun (baca selengkapnya link lampiran kode BPOM di tabel). Jadi memang paling aman menggunakan peralatan berbahan plastik dalam kondisi makanan atau minuman bersuhu ruang. Gunakan peralatan berbahan keramik atau kaca/gelas untuk mengolah makanan bersuhu, kemudian tunggu hingga bersuhu normal untuk dipindahkan kedalam peralatan berbahan plastik yang diperlukan. Takes a lil effort tapi demi kesehatan tidak ada yang lebih ribet dari sakit itu sendiri ‘kan? Oya, satu lagi, sebisa mungkin hindari styrofoam yah … Penjelasan sudah ada ditabel.
Let’s save our earth, reuse-recycle-reduce, and keep health, y’all!!!
25 Mei 2011
#1
Apa tampilan desktop kalian?
Ini tampilan desktop saya …
Awalnya tidak ada yang salah …
Selang 2 menit kemudian, tampilan desktop saya berganti wallpaper secara otomatis dan memang itu yang saya atur di pengaturan desktopnya. Sebuah kotak aplikasi timer atau countdowner Liliypie yang sempat saya pasang di desktop saya agak mengganggu saya …
Baru sadar, sudah setahun sebulan seminggu dan satu hari saya menjadi Si Doel. Coba baca beberapa tulisan saya tentang si doel versi saya. Singkatnya Si Doel sebutan untuk status saya yang masih mencari pekerjaan. Hihihi. Pada pernah lihat sinetron si Doel kan?!
24 Mei 2011
SIPENMARU … UMPTN … SPMB … SNMPTN … BINGUNG ?!
Senin, 23 Mei 2011. Tidak ada yang spesial dengan hari ini sebenarnya dalam hidup saya. Tapi tidak untuk beberapa orang diluar sana. Barangkali ada yang sedang mendapat musibah, sial, ceroboh, atau sesuatu yang tidak mengenakkan. Atau, bahkan, sedang deg-deg-an.
Awal hari dibuka dengan bbm sapaan keponakan tersayang yang memang selama beberapa waktu belakangan, khususnya dua minggu terakhir, sedang kebingungan. Satu langkah besar dan crucial sedang dijalaninya. Peralihan antara anak sekolahan (baca: ABG) menuju anak kuliahan memang tidak pernah mudah. Saya pernah mengalaminya. Seperti berada didepan gerbang besar yang selama ini terkunci rapat, dengan tinggi ratusan meter, dan terbuat dari beton dengan ketebalan super, yang sedang dipersiapkan untuk dibuka. Harus saya akui, masa sekolah, khususnya masa SMU memang indah. Tapi masa kuliah jauh lebih menantang. Gerbang dunia mulai terbuka perlahan. Apa yang tidak kita dapatkan semasa sekolah, mulai bisa kita lakukan. Ada kalanya wajar ketika kita merasa limbung melihat betapa luasnya dunia diluar sana. Sekali salah langkah, jika tidak mampu mengembalikan diri ke posisi yang lebih baik, hilang indahnya dunia. Oke saya mulai meracau galau.
Sebut saja Di, keponakan saya, yang mulai kebingungan menentukan jurusan yang akan ditempuhnya selama beberapa waktu kedepan. “Pokoknya aku ke Malang aja” kurang lebih itu katanya. Hihihi jadi teringat saya tujuh tahun yang lalu. Memantabkan pilihan pada kota kecil di Jawa Timur yang memang terkenal sebagai kota pendidikan selain Yogyakarta. Boleh di-browse betapa banyaknya jumlah fasilitas pendidikan di kota ini. “Tapi jurusan apa ya, tante?” kebingungan mulai melanda Di. Errr … mau tidak mau segala macam spekulasi, strategi, atau apapun namanya memang harus dikerahkan. Bisa dimaklumi karena masa inilah untuk pertama kalinya seseorang menentukan sendiri apa yang diinginkan. Terlepas dari beberapa cerita pengalaman teman-teman yang 'agak sedikit dipaksa’ oleh orang tua memilih jurusan tertentu atau kampus tertentu. Kejadian serupa tidak lama terjadi setelah menghabiskan beberapa waktu membahas berbagai macam kemungkinan yang bisa terjadi dengan pilihan-pilihan jurusan Di melalui bbm, mulai dari pertimbangan tujuan kuliah, passing grade, jumlah peminat, kemampuan Di (moril, finansiil, mental), hingga kemungkinan peluang bekerja nantinya. Untuk tujuan mencari lowongan pekerjaan saya menuju Warnet terdekat dirumah dan mendapati beberapa bilik komputer mulai penuh dengan anak seusia Di. Untuk ukuran pukul 9 pagi cukup ramai pengunjung warnet. “Pada mau daftar online SNMPTN, mbak” kata mbak penjaga warnet. Hah?! Daftar online?? Enak betul ya … Berbeda dengan jaman saya dulu ketika SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa baru), istilah lain SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri), yang harus susah payah mengantri pengambilan formulir pendaftaran Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di sekolah, menjaga kebersihan lembar pengisian komputer yang jadi momok kala itu karena ada kemungkinan tidak terbaca oleh sistem komputer jika kotor atau terlipat, mengisi secara teliti, kemudian kembali mengantri mengembalikan formulir yang telah terisi ke sekolah (karena pilihan pengumpulan secara kolektif melalui sekolah jauh lebih meringankan ketimbang harus mengembalikan pada panitia SPMB secara individu). Di tengah keributan para calon mahasiswa baru itu, saya jadi tergilitik setiap mendengar beberapa dari mereka berdiskusi satu dengan lain mengenai jurusan yang mereka cita-citakan. Dengan apapun tujuan yang melatar belakangi. Tidak bermaksud untuk besar kepala dan sok memberi masukan kepada adik-adikku sekalian, ini yang bisa saya share sesuai dengan pengalaman pribadi saya tentang seleksi calon masuk PTN yang memang super membuat bimbang.
4 Mei 2011
DON’T KILL THEM!!
First of all … would like to thank to Oprah Winfrey as one of the most influence woman in the world yang mengangkat tema ini di salah satu episode talkshow “Oprah show” setahun yang lalu. Meskipun sebenarnya isu ini sudah setahun yang lalu, tapi tidak begitu yakin juga kalau kenyataan di lapangan sudah bisa diatasi. Latar belakang pemilihan topik posting kali ini didasari oleh sebuah episode Oprah Winfrey Show beberapa minggu yang lalu, bertepatan dengan Earth day atau kalau di Indonesia lebih dikenal dengan Hari Bumi. Saya yang biasanya suka lupa dengan jam tayang talkshow ini entah kenapa kali itu tepat memilih channel televisi nasional yang memang menayangkan acara tersebut pada jam yang tepat pula. Setelah sneak peak sejenak ke situs tersebut, ternyata episode tersebut merupakan episode masih terkait dengan peringatan Hari Bumi, namun dalam periode waktu setahun yang lalu. Betapa telatnya berita ini sampai ke Indonesia, itu yang saya pikirkan. Tapi tidak ada yang terlambat untuk berita yang penting.
Seluruh dunia pasti paham Jepang adalah salah satu negara dengan konsumsi ikan terbesar di dunia, eh kalau yang ini siy asumsi saya (baca: belum riset hehehe). Didasarkan pada setiap restaurant Jepang yang memang menyuguhkan makanan berbahan dasar ikan laut atau seafood. Dan mungkin tidak hanya Negara Jepang saja yang begitu, wilayah-wilayah disekitarnya seperti China, Taiwan, bisa juga kita asumsikan seperti itu. Yahh … sederhananya bangsa serumpun itu memang doyan banget sama ikan-ikan an. Tapi pernahkah kita membayangkan kalau beberapa orang diluar sana (tanpa menyebutkan salah satu negara atau bangsa), juga mengkonsumsi daging lumba-lumba?? Shocked, itu yang pertama saya rasakan ketika melihat episode Oprah show kali itu. Sebenarnya kali itu Oprah mengundang tamu-tamu pemenang Oscar untuk kategori film dokumenter yang menceritakan pembunuhan lumba-lumba besar-besaran yang terjadi di Teluk Taiji, Jepang
. Mendadak saja pembicaraan tidak penting lagi soal bagaimana film itu sebenarnya, melainkan isu terpenting yang harus kita ketahui sebagai bagian dari civil society. Pembantaian itu memang terjadi dan memang disahkan oleh pemerintah Jepang dalam batas tertentu. Saya kurang paham juga bagaimana aturan atau ketentuan mengenai batas maksimum dalam penangkapan ikan di laut. Sedikit yang saya pernah dengar di beberapa negara memang ada aturan tegas mengenai jenis ikan apa saja yang boleh ‘naik ke permukaan’ untuk dikonsumsi termasuk jumlah dan batas maksimum bobot ikan. Semua itu saya yakin ditentukan untuk menjaga kelestarian atau paling tidak memberikan kesempatan bagi ikan-ikan di laut untuk bertahan hidup dan bereproduksi. Tidak terbayang saja ikan seumur jagung sudah boleh dikonsumsi (kalaupun bisa), mana penerus bangsanya???
Kalau soal menangkap saja sudah ada aturan pada consumable fish, apalagi untuk spesies ikan yang termasuk dalam spesies langka dan memang bukan untuk konsumsi?? Menangkap saja sudah salah, apalagi membunuh?? Web situs ini yang perlu teman-teman semua lihat. Buat anda yang memang seangkatan dengan saya (hehehe), perlu sedikit mengeluarkan referensi film yang pernah ditonton dimasa kecil dulu. Flipper. Film seri televisi tentang lumba-lumba yang friendly dengan manusia dibuat tahun 1964 dan dibuat ulang pada tahun 1996 dibintangi oleh Elijah Wood. Percaya atau tidak, Flipper memang benar-benar ada dan dilatih oleh pelatih lumba-lumba profesional dan menjadi salah satu hewan pertunjukkan pada tempat hiburan safari lainnya. Flipper versi tahun 1964 diperankan oleh lumba-lumba betina bernama Kathy dan dilatih oleh pelatih lumba-lumba profesional Ric O’Barry, yang setelah kematian Kathy beberapa tahun kemudian memutuskan tidak lagi menjadi pelatih profesional melainkan menjadi aktivis perlindungan lumba-lumba. Sosok O’Barry inilah yang menggaungkan berita pembunuhan lumba-lumba di Jepang seperti yang bisa kita lihat pada film dokumenter yang dibuatnya bersama beberapa rekan dan berhasil memenangkan Oscar untuk kategori film dokumenter terbaik tahun 2010 lalu.
She was really depressed … You have to understand dolphins and whales are not (involuntary) air breathers like we are. Every breath they take is a conscious effort. They can end their life whenever. She (Kathy/Flipper) swam into my arms and looked me right in the eye, took a breath and didn’t take another one. I let her go and she sank straight down on her belly to the bottom of the tank. – Ric O’Barry on Oprah’s interview
2 Mei 2011
ANALOGI KACAU
NATO dan POLSEK.
Sebenarnya tidak ada hubungan antara keduanya. Kesamaan apalagi. Tidak pula bisa dibandingkan antara NATO dan POLSEK. Tapi untuk kali ini, secara sederhana bisa terlihat kesamaan peran dan fungsi meskipun dengan berbeda latar kejadian.
North Atlantic Treat Organization atau yang biasa kita kenal dengan NATO singkatnya merupakan aliansi negara-negara di sekitar Samudera Atlantik utara (keanggotaan ditetapkan berdasarkan perjanjian/treaty) sepakat untuk bekerja sama dalam bidang militer dan politik. Sebelumnya saya mohon maaf sebesar-besarnya bagi pakar/ahli politik atau militer kalau ada pemilihan kata saya kurang berkenan, karena setelah membuka web situs NATO kok ya agak ribet yah istilah-istilahnya (blame it on TOEFL score yang ngga nyampe 500!!!). Dengan pemahaman terbatas dan super cetek dari otak saya, kurang lebih saya mengibaratkan NATO sebagai genk negara-negara atlantik utara atau semacam ASEAN gitu, dibentuk agar lebih kompak, solid antara tetangga kanan kiri, dan eksis diantara negara-negara di dunia (lagi-lagi ini bahasa saya). Dan sebagai sektor kehidupan yang cukup penting antar negara dan mempertaruhkan keutuhan sebuah negara, dipilihlah bidang politik dan militer sebagai dasar pembentukan kerjasama. Sama-lah seperti ASEAN, dibentuk untuk mempermudah pergerakan regional antar negara Asia Tenggara di berbagai bidang yang notabene masih di-klaim sebagai negara berkembang.
Terakhir yang saya ingat terkait dengan organisasi ini adalah beberapa tahun lalu ketika saya masih duduk di jenjang pendidikan sekolah dasar (SD) dalam pelajaran sejarah tentang mengapa negara kita, Indonesia, tidak masuk sebagai bagian dari negara anggota NATO atau SEATO. Khusus yang SEATO memang tidak terlalu banyak terdengar suaranya, karena memang organisasi ini berakhir di tahun 1977 (koreksi jika saya kurang tepat). SEATO dibentuk semodel dengan NATO hanya dengan negara anggota yang berbeda. SEATO beranggotakan negara-negara South East Asia atau Asia Tenggara, tapi yang sedikit aneh, Amerika juga masuk sebagai negara anggota. Eksis sekali ‘tuh Paman Sam. Kenapa negara kita tidak memilih menjadi anggota keduanya, katanya karena negara kita menganut politik bebas aktif. Tidak memihak salah satu pihak, let’s say north or south, namun tetap aktif dalam perdamaian dunia. Dan isu terhangat yang paling sering kita dengar sekarang ini tentang serangan NATO di beberapa wilayah Libya, tentunya terkait proses demokrasi yang terjadi disana, serupa dengan peristiwa 1998 di negara kita tentang pelengseran presiden Soeharto yang sudah hampir 32 tahun sebagai RI 1. Lebih parah lagi yang terjadi dengan negara di tanah Afrika ini, Presiden Ghadafi menjabat sebagai orang nomer wahid di Libya selama hampir 42 tahun. Wajar ketika warga menjadi gerah, galau, ketika nasib mereka stagnan, terkungkung dengan aturan ditaktoritas pemimpin mereka, dan tidak bisa menyuarakan apa yang ingin mereka katakan. Kita sebagai bagian dari Indonesia pernah melalui itu, masa dimana kita begitu ‘takut’ untuk berkata Z sementara negara berkata A. Dan ketika kejenuhan kepatuhan itu sampai di ubun-ubun, itulah yang terjadi. Kakak-kakak mahasiswa kala itu benar-benar menjadi agent of change yang memiliki kekuatan mutlak dan sah sebagai squad atau troopers terdepan menyuarakan apa yang menjadi bahan pemikiran terpendam. Sebagai anak sekolahan yang belum paham soal politik dan kekuasaan (begitu juga hingga sekarang), barangkali semua hot temper di ibukota tidak terasa di Surabaya karena jujur saja situasi di Surabaya cenderung aman dan terkendali, meskipun saya tetap yakin kakak-kakak mahasiswa di belahan Jawa Timur mana pun terusik juga dengan ketidak adilah era itu dan mungkin turut memperjuangkan aspirasi di ibukota. Semenjak itu semakin yakin, kota kelahiran saya ini benar-benar barometer keamanan negara yang sesungguhnya. Kalau Surabaya mulai kacau, maka keamanan negara kacau pula. Sebaliknya, Surabaya terkendali, negara hanya sedang melalui kerikil-kericil kecil dalam perjalanan (baca: pendewasaan)-nya. Ahhh … sok politis saya di paragraf ini !!!
NATO | SEATO |
| *) anggota NATO berwarna biru | *) anggota SEATO berwarna ungu |
Ini yang sebenarnya yang ingin saya bagi. Analogi militerisasi yang beberapa saat lalu terjadi di ‘kampung’ saya, bersamaan dengan peristiwa pemboman NATO di Libya yang akhirnya ‘berhasil’ membunuh putra Presiden Ghadafi dan ketiga cucunya. Kedua peristiwa yang terjadi bersamaan sedikit mengusik saya tentang hawa-hawa militer atau politik yang terlibat. Bedanya, yang satu bertaraf internasional dan menjadi isu penting dunia, sementara yang lain hanyalah politik ‘kampung’ tapi tetap jadi isu yang bisa menjatuhkan nama baik seluruh warga kampung kalau tidak bisa diredam. Jadi, dalam artian sempit, keduanya merupakan isu penting (bagi saya).
Agak terusik ketika mendengar pasukan militer NATO mulai terjun ke Libya dan ‘ikut-ikut’an ke isu internal sebuah negara yang bahkan tidak menjadi negara anggota mereka. Libya bukan bagian dari NATO. Libya tidak ubahnya Indonesia 1998 yang ‘hanya’ sedang berjuang menuju era demokrasi yang lebih terbuka. Pada awalnya beberapa pembicaraan anggota dewan, pakar pertahanan dan keamanan, politisi, pengamat Libya, atau siapapun yang merasa mampu berkomentar tentang Libya, sebagian dari mereka menyamakan apa yang terjadi di Libya dengan apa yang terjadi di Indonesia tahun 1998. Mulai dari isu pelengseran kepala negara, keterbatasan demokratisasi di berbagai sektor, isu korupsi-kolusi-nepotisme yang serupa, dan isu kemanusiaan lain yang secara tidak langsung pasti dikait-kaitkan. Tapi menjadi berbeda karena campur tangan pasukan militer yang mengatas namakan demi kemanusiaan dan perdamaian. Untungnya (ahhh Jawa sekali saya masih untung), Indonesia kala itu belum melibatkan dunia seperti United Nation (UN) atau Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) maupun ASEAN sebagai asosiasi negara-negara regional Asia Tenggara. Untungnya, Indonesia masih bisa mengatasi permasalahannya sendiri meskipun hingga sekarang isu kemanusiaan yang muncul akibat masuknya gerakan militer tentara belum terselesaikan (semoga belum ada yang lupa akan peristiwa tewasnya beberapa mahasiswa trisakti dan semacamnya). Saya kurang paham juga peristiwa itu bisa mengartikan posisi Indonesia di mata dunia atau tidak. Dibayangan saya, seandainya saja ada campur tangan pasukan-pasukan militer perdamaian berskala dunia kala itu, alangkah hebatnya Indonesia sebagai negara yang masih berkembang dan saking pentingnya sampai-sampai harus ‘dibicarakan’ oleh seluruh dunia. Tapi disisi lain, tergelitik juga dengan pemikiran barangkali saking ngga penting nya Indonesia seakan-akan ‘disuruh’ menyelesaikan sendiri urusan internalnya. Atau, saking ‘hebat’nya Indonesia negara-negara tetangga menghormati Indonesia untuk membereskan apa yang terjadi dan mereka lebih memilih untuk menunggu dan mengamati. Dan masih banyak lagi spekulasi yang bisa muncul hanya dengan satu peristiwa. Itu kenapa saya tidak begitu suka dengan pendapat yang mengandalkan asumsi belaka. Maklum, didikan orang teknik pengaruh juga kali yah? Bertanya-tanya juga kenapa yah urusan Libya ini seluruh dunia jadi rempong ? Sampai-sampai pasukan militer NATO harus ikut embargo senjata, meminta UN untuk menerapkan no-fly zone di langit Libya, ikut-ikutan memaksa Presiden Ghadafi lengser, dan upaya terakhir yang dilakukan antara lain membekukan aset keluarga Ghadafi apapun caranya. Katanya siy, masyarakat anti Ghadafi yang meminta bantuan NATO. Ada juga yang bilang NATO turun tangan semata-mata karena melihat Ghadafi ini makhluk alot yang tidak mau diatur, ujung-ujungnya (lagi-lagi) mengatas namakan kemanusiaan karena Ghadafi secara terang-terangan pula bereaksi keras akan kelompok kontra.
Tinggalkan sejenak urusan NATO, Libya, dan Ghadafi. Kita beralih ke dalam negeri (diucapkan seperti para pembaca berita). Sebenarnya agak jauh juga yah membandingkan atau menganalogikan NATO dengan bapak-bapak polisi POLSEK. Karena memang tidak sebanding. Hanya saja kejadian beberapa hari yang lalu sedikit menggelitik saya sampai-sampai saya secara random menganalogikan keduanya. Berawal dari kisruh rumah tangga antara tetangga A dan tetangga B yang berlokasi di sisi lain ujung gang rumah dan berselisih kira-kira 10 rumah dari kediaman saya. Kejadian kisruh antar tetangga muncul karena rasa tidak terima kedua orang tua pemuda pemudi bertetangga yang saling jatuh cinta namun karena satu dan lain hal tidak bisa berlanjut. Cukup simpang siur mengenai kronologis kejadian siapa yang memulai terlebih dahulu dan apa penyebab pastinya. Ada yang bilang kisruh dimulai oleh orang tua pemudi (sebut saja Bunga) yang tidak terima perlakuan orang tua pihak pemuda yang mengirim makanan basi. Sama halnya dengan kebiasaan orang Jawa yang suka berkirim makanan antar tetangga, meskipun anak-anak mereka sudah tidak bersama sebagai tetangga yang akur mereka tetap menjalin hubungan yang baik. Hingga sebuah kejadian kalau boleh saya simpulkan hanya sebuah kesalah pahaman dan entah setan apa yang ikut memperkeruh keadaan. Berdasarkan cerita hansip keamanan gang rumah yang selalu berjaga malam setiap hari, tidak ada yang tahu kalau makanan itu basi. Semata-mata dikirimkan ke orang tua pemuda karena mereka kelebihan makanan. Tapi mengingat track record hubungan anak-anak mereka yang kandas tiba-tiba, ada sisi amarah orang tua pemudi yang tidak terima sehingga muncul pemikiran-pemikiran aneh yang kalau dipikir-pikir tidak masuk akal, mengingat seluruh penduduk di gang tempat saya tinggal paham akan hukum. Pertengkaran hebat malam hari tidak terhindarkan sampai-sampai Mama yang sedang pengajian di salah satu rumah tetangga yang berdekatan dengan rumah keduanya jadi shock melihatnya. Dan Mama yang memang tidak begitu suka gossip menahan diri mati-matian sepanjang pengajian untuk tidak terlalu berkomentar panjang lebar.
Semakin meruncing ketika secara tidak sengaja salah seorang anggota keluarga pihak pemudi menyerempet mobil anggota keluarga pemuda yang juga sama-sama diparkir di luar pagar rumah. Emosi menjadi, hingga pada titik tertentu salah satu pihak melaporkan kejadian tersebut ke Polsek terdekat. Sebagai orang-orang yang paham hukum, tetangga lain pun, kali ini melibatkan pihak bapak-bapak, menawarkan solusi perdamaian secara internal gang rumah. Malu rasanya kalau sampai harus melibatkan Ketua Rukun Tetangga (RT) atau ketua Rukun Warga (RW) yang berarti juga pasti akan tersebar ke warga gang lain. Akan jadi reputasi buruk yang selama ini sudah cukup baik dijaga oleh para tetua gang. Sayangnya, karena ego atau entah apa sebutannya, kedua belah pihak berseteru menolak ide perdamaian yang ditawarkan. Hingga pada akhirnya dengan terpaksa hansip keamanan meminta bantuan ketua RT untuk mengantarkan mereka ke Polsek. Lagi-lagi Papa sebagai salah satu warga terlama di gang rumah menolak menjadi mediator keduanya karena memang tidak melihat secara langsung kejadian, tidak terlibat, dan tidak punya kepentingan untuk campur tangan. Well done, dad. Dengan pertimbangan tawaran perdamaian antar warga saja sudah diabaikan, kenapa mesti repot jadi pihak mediator di kantor polisi? Sekalian saja bapak ibu polisi yang memediasi, begitu kata Papa. ”Biar sekalian kalau ada yang salah bisa langsung dilaporkan hehe” guyon Papa. Setelah beberapa jam perdebatan terjadi di kantor polisi, diputuskan bahwa persoalan ini masih belum perlu sampai pada pelibatan aparat penegak hukum, cukup diselesaikan antar warga dengan mediasi ketua RT atau ketua RW. Yahh … apa mau dikata, malu sudah terlanjur. Untungnya (lagi-lagi), pilihan bijaksana pak polisi lumayan bisa diterima kedua belah pihak yang berseteru, meski dengan yakin pun saya bisa katakan itu mustahil.
Dengan modal otak pas-pasan dan waktu luang yang seluang-luangnya, sebuah analogi kacau muncul dari entah belahan otak saya yang sebelah mana. Kalau disebut datang dari bagian otak untuk menganalisa, apa yang mau dianalisa? Bagian otak untuk berimajinasi mungkin? Atau belahan otak dengan saraf-saraf yang ngga connect sehingga loncatan-loncatan (impulse) listrik tidak terjadi sehingga analogi yang terjadi menjadi asal. Ahhh apa pula ini???!!! Saya menganalogikan NATO dengan bapak ibu polisi yang menengahi kejadian di kampung saya. Keduanya saya anggap mewakili pihak ‘berseragam’ sebagai jujugan (baca: tujuan) akhir setiap permasalahan yang terjadi, kecuali urusan kemunculan makhluk halus tak menapak tanah yah, itu larinya ke paranormal. Keduanya menjadi pilihan yang dirasa paling adil karena memiliki kekuatan hukum. NATO bereaksi terhadap Libya dengan dukungan UN untuk membantu warga negara Libya yang mulai terancam nyawa setiap malam oleh pemimpin mereka sendiri. Perlahan tapi pasti (layaknya SOP perang yang terdahulu), mau tidak mau, perang, bom, rudal, korban jiwa, dan kematian jadi alur pasti atas nama kemanusiaan. Tapi apa iya? Karena reaksi NATO yang ikut membalas gerakan Presiden Ghadafi juga menimbulkan korban rakyat jelata yang mungkin masih belum paham apa itu demokrasi. Coba saja dibayangkan, Ghadafi menimbulkan korban nyawa, begitu juga dengan NATO. Tidak satu, dua, atau tiga. Mungkin ribuan warga Libya. Lalu, bagaimana dengan isu ladang minyak di Libya yang sepertinya diperebutkan oleh seluruh negara-negara maju (anggota NATO) yang memang ‘miskin’ sumber daya alam ? Mungkin juga. Hey … business will be business. Tidak ada urusan dengan kemanusiaan, perdamaian, atau apapun dalihnya. Profit, profit, profit. Semua menjadi sah karena ada perlindungan hukum dan perundangan atas apa yang mereka lakukan. Perkara ada tunggangan politis, ekonomi, atau murni sosial kemanusiaan, hanya Tuhan dan mereka yang rempong yang tahu. Begitu juga dengan pilihan kantor Polsek untuk menyelesaikan permasalahan antar warga. Dirasa paling adil dan netral karena memang tidak ada celah mencari keuntungan materiil dari warga yang berseteru. Apalagi dengan alasan dan penyebab yang serba geje (baca: Gak Jelas). Tapi bukan juga berarti kepolisian kita sebegitu murninya (saya kira tidak perlu membahas beberapa kebobrokan aparat penegak hukum kita terkait urusan materiil). Hanya saja analogi pilihan pihak kantor polisi sebagai aparat berseragam untuk menyerahkan kembali ke warga untuk penyelesaian, saya angkat topi. Cukup bijaksana dan tidak terlalu memaksakan kehendak mereka sebagai aparat yang sok ‘berkuasa’ memutuskan salah dan benar. Sehingga, memang tidak ada pihak yang diuntungkan. Lalu, bagaimana dengan NATO ? Saya bukan pakar dan tidak hendak menganalisa bagaimana posisi mereka. Sekali lagi maaf jika saya terlalu memojokkan salah satu pihak tanpa mengupas kepantasan Ghadafi untuk digulingkan. Karena saya memang tidak memiliki kapabilitas tinggi menilai seorang Ghadafi. Entah pilihan yang dilakukan sekarang ini merupakan pilihan yang bijaksana bagi Ghadafi atau bagi rakyatnya atau bagi dunia. Satu yang pasti, selalu ada motif dan harapan disetiap perang, dan (perang) tidak akan pernah menghasilkan pemenang karena dari kedua belah pihak pasti muncul korban. Pemenang sesungguhnya adalah ketika korban nyawa yang ditimbulkan adalah seminimal mungkin dan memilih opsi penyelesaian sebijaksana mungkin. Atau kedua tetangga yang berseteru juga sedang menunggu kesempatan berikutnya untuk menyulut kalimat perang, saya juga kurang tahu. Seingat saya dari cerita papa atau mama, yang pasti pak RT belum mengadakan pertemuan kembali untuk mendamaikan kedua belah pihak. Wallahua’lam …
Tulisan kali ini tidak untuk menganalisa pilihan-pilihan yang dipilih oleh dunia atau pihak-pihak tertentu. Hanya sebuah pertanyaan atas ketidak pahaman saya akan sesuatu yang bernama perang (baca: seteru).




