Tampilkan postingan dengan label liburan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label liburan. Tampilkan semua postingan

20 Mei 2013

The first time-breath taking moment

Pernah ngalamin kejadian yang jadi moment pertama kali in your life dan itu ... breath-taking??

Pasti pernah-lah ya ... Sayangnya cerita itu belum bisa gw share. Karena satu dan lain hal. Tapi kalau gw boleh share rasanya ... itu kayak ... mmmm ... kita ada di dunia lain (halah!! Harry pantja dunkkk), menjadi satu dengan ambience yang ngga biasa kita temui tapi kita sebodo amat karena saking excited-nya, rasanya kayak habis jet lag tapi ngga kelar-kelar, trus ... melihat segala sesuatu jadi berbeda karena ternyata ada dunia lain diluar sana yang bikin lo sadar dunia tak selebar daun kelor bung!! Lalu ... ketika berada didalamnya lo jadi sadar dunia diluar sana ternyata don't sweat small stuff yang lo biasa bikin-bikin. Mereka ngga galau segalau lo biasanya. They just don't care. Terkesan kejam tapi begitulah dunia. Moment itu baru lo dapetin untuk pertama kalinya yang hit the brain buat jadi cerdas sedikit lagi jadi manusia.

Gw ini ngomong apa yah ...

Tapi begitu-lah kira-kira the first time breat taking moment yang gw rasain. Ngga jelas. Semua campur aduk. Tapi lo bahagia. Lo bahagia dengan semua keanehan yang lo alamin. Begitu rasanya.

15 Jul 2012

Cozy guest house, Malang

Seumur-umur gw hidup di Malang belum pernah sekalipun gw tidur di penginapan atau hotel. Lantaran gw ada rumah di Malang. Tapi karena gw udah ngga tinggal di malang lagi dan rumah Malang diputuskan untuk disewakan, walhasil setiap ke Malang sekarang kudu rempong cari penginapan. Dan kejadian itupun harus terjadi beberapa minggu yang lalu. Pas kakak gw pulang ke Surabaya pas dengan acara bokap dan nyokap reuni bareng teman-teman kuliahnya di Malang. Jadilah spontanious holiday ala gw dan kakak gw. Sampe di Suranaya sabtu pagi, dam siangnya kita udah kudu sampai di Malang. As you know, kota Malang udah kayak Puncak atau Bandung pas weekend. Macetnya ngga ketulungan. Karena rencana dadakan gw dan kakak gw jadi excited browse tempat penginapan dk Malang, dengan terms and conditions dari bokap, nyokap, kakak gw dan kakak ipar gw ngga pengen jauh-jauh dari pusat kota Malang. Jadi opsi sewa villa atau hotel di Kota Batu yang sebenarny ngga kauh-jauh amat dari Kota Malang. Sementara gw minim banget sama urusan akomodasi yang beginian. Walhasil hasil browse, tanya teman yang doyan hahahihi holiday ke Malang, sampailah pada keputusan untuk menginap di guest house.

FYI, belakangan kayaknya lagi happening guest house dengan ukuran mungil bertebaran di Kota Malang. Dua tahun gw ngga menginjakkan kaki di Malang beberapa area bisa dijumpai guest house mungil yang bisa jadi alternatif pilihan buat para wisatawan. Kalau dibayangkan harga atau tarif guest house lumayan murah, mmm... Must to say, ngga juga, meski ada juga yang tersedia dengan harga terjangkau. Tapi lagi-lagi balik ke persoalan pelayanan, fasilitas, dan kepantasan dari guest house bersangkutan. Price does shows their quality.

Setelah browse sana sini dan rekomendasi beberapa teman ilihan jatuh pada Cozy Guest House. Singjat kata, the name really shows the coziness of the place. Guest house ini terletak disekitar Jalan Ijen (asumsi kalian pada tahu dengan jalan legendaris di Kota Malang ini, kalau ngga tau juat browse okey?). gw paham banget dengan suasana sekitar Jalan Ijen dan area ini adalah memori bokap dan nyokap gw jaman kuliah dulu di malang. Lihat website kondisi guest house keliatan nyamannya. Kalau kata bokap lokasi persis bangunan gueat house ini Jalan Ringgit, tapi kalau sekarang tertulis Jalan TGP. Ancer-ancer pastinya setelah masuk Jalan Ijen cari aja und corner bakery di pojokan jalan naaahhh fuest house ini masuk persis di gang Und corner bakery itu. Untuk lebih jelasnya soal tarif atau tampilangueat house bisa browse. Lumayan jelas kok websitw official cozy guest house ini. Atau let me help you all by cliking this link guesthousecozy.com .

First impression masuk guest house ini adalah homy. Dengan tampilan luar bangunan ala bangunan lama jaman kolonial (yess Kota Malang adalah salah satu kota yang kental dengan historis para kompeni). Dan semakin ngga kecewa pas liat tampilan dalam bangunan yang asli modern dan minimalis. Elemen kayu dimana-dimana bikin bangunan kuno berlantai tiga ini berasa nyaman. Terutama kolam ikan di void bangunan bikin tenang karena suara airnya (halah!!!). Guest house ini kalau ngga salah terdiri dari 11 kamar, restaurant dan ruang tamu di bagian lobby penginapan. Kemarin gw pesen 1 kamar deluxe dan 1 kamar junior suite. Tampilan dalam kamar bisa diliat dari gambar yang gw post. FYI, jangan coba-coba booking di guest house ini dadakan Yah,... Karena lokasinya yang dekat kemana-mana bikjn gueat house ini suka full booked. Lucky us pas kemarin liburan mbak resepsionisnya baik banget mau ngeusahain kami bisa booked disini. Dan mbak resepsionisnya rajin konfirm ke gw soal kamar, waitin list, dan apapun perubahan yang ada. Dan gw fine with it meski jadi suka rempong dan deg-degan tiap nomer telpon guest house ini muncul di blackberry gw. Setelah gw booked ngga lama kemudian kita akan dapat sms konfirmAsj perkiraan total biaya penginapan kita dan untuk confirm kepastian kita akan diminta membayar down-payment 50% dari total biaya yang dikenakan dengan cara mentransfer. Secure buat gw karena sudah bisa dipastikan kita booked. Lega begitu kita sampai dan semua sesuai dengan apa yang gw order. Yess comfy place!!!! Dan malam hari berasa banget suasana tenang dan laziness ala Kota Malang.

So....akhir kata, gw rekom guest house ini. Apa yang di-charged ke kita worth for every single service with what we've got. Lokasi yang dekat kemana-mana, disekitar Area Jalan Ijen yang memang tenang, bikin gueat house ini benar-benar sesuai dengan namanya. Saking nyamannya pas mau balik pun berasa malas juga hehehe :))


Nb : post ini murni pengalaman gw pribadi dan bukan untuk promosi komersil semata

21 Mei 2011

ME TIME : spa


Amarita Day Spa & Beauty Clinic
Malang, East Java
(private collection by : Rika)
Liburan, ingin menghabiskan waktu tapi tidak ada kawan? Maka, saya menyarankan do something different yang belum pernah anda lakukan. Jangan takut garing atau dipandang aneh, banyak beberapa hal yang bisa dilakukan. Post kali ini sebenarnya bisa dibilang curhatan pribadi yang sedang bengong, sendiri, no partner buat hang out, tapi ingin sekali melakukan sesuatu, dan ditulis disela rangkaian 'me time'. Ini yang saya lakukan kali ini ...

Google-ing tempat spa palling hips in town, itu yang pertama terbersit di pikiran. Hehe. Meski saya belum ada penghasilan tetap untuk leisure time yang satu ini, kalau sesekali dengan menguras sedikit tabungan dari salary pekerjaan paruh waktu sebelumnya, masih mampu kok. Sebagai kota 'kecil' yang mulai keren (baca: ramai kehidupan perkotaan), agak susah sebetulnya mencari tempat spa yang keren dan terjangkau dengan kantong. Apalagi dengan segmentasi penduduk kota malang yang memang 80% dihuni oleh para mahasiswa pendatang, semakin sulit mencari spot leisure time yang benar-benar maksimal. Tapi tidak kurang akal, memaksimalkan peran Om Google yang keren. Search engine satu ini memang paling jago urusan menampilkan informasi yang kadang-kadang kita blank sama sekali. Lalu, muncullah nama AMARITA day spa & beauty clinic. Setelah membandingkan harga yang ditawarkan dengan tempat serupa yang lain, memang kesannya tempat ini lumayan mahal. Sebut saja kisaran harga spa antara 200.000 - 300.000 rupiah, dibandingkan dengan spa yang pernah saya lakukan di Surabaya hanya perlu menguras kantong kira-kira 170.000 rupiah. Tapi ... Tentunya tidak perlu khawatir dengan jenis perawatan yang ditawarkan, jelas berbeda dan dari segi tempat juga jauh berbeda. Amarita untuk ukuran spa yang terbilang mahal memang terletak di pinggiran Kota Malang dan pada lokasi yang sedikit 'absurd' yaitu di pinggir jalan arteri masuk Kota Malang yang notabene dilalui berbagai jenis kendaraan, mulai dari angkot, bus, hingga truk. Sempat mengira kalau suasana didalam pasti ikut ramai suara lalu lalang kendaraan, tapi saya salah. Entah harus berterima kasih oleh desain bangunan yang cukup kedap suara atau apa, kita bahkan tidak akan ribut karena suara bising kendaraan yang kita khawatirkan. Good first impression to Amarita.

Mulai menginjakkan kaki di ruang pertama jujur saja tidak terlalu spesial. Bagi anda penikmat bangunan megah, mewah, atau apapun namanya ala tempat spa wah, maaf saja, anda tidak akan mendapatkannya. Cenderung berpenampilan biasa saja, dan barangkali terlihat seperti bangunan lama. Mungkin menjadi bisa dimaklumi karena pemilik spa juga merupakan pemilik showroom barang antik yang terletak persis di bangunan spa. Setelah berbincang sebentar dengan mbak receptionist yang menerangkan mengenai beberapa perawatan yang bisa dipilih di Amarita, akhirnya saya memutuskan untuk memilih paket yang saya lupa bagaimana harus menyebutnya, yang pasti paket perawatan detox tersebut meliputi pijat/massage, body scrub, masker lumpur, sauna, dan berendam. Dan sekali lagi good second impression to Amarita, ruang tunggu pun berbeda dengan ruang depan dimana saya masuk sebelumnya. Tidak bisa disebut mewah, tapi cukup nyaman untuk ukuran ruang tunggu. Awalnya lumayan curiga kenapa harus menunggu, karena pengalaman spa sebelumnya tidak perlu menunggu, rupanya tidak lama kemudian saya cukup mafhum kenapa harus menunggu. Lima menit kemudian muncullah Mbak Titin, therapist, yang menangani saya mempersilakan menuju ke ruangan spa. Good third impression to Amarita. Satu-satunya yang saya pikirkan kala itu hanya sebuah tekat untuk menjadi pelanggan yang cerewet atas servis yang mereka berikan, mengingat harga spa yang cukup mahal. Tapi lagi-lagi saya bungkam karena good fourth impression dari Amarita. Setelah masuk kedalam ruangan spa, saya benar-benar terkesan dengan tampilan ruangan yang memang benar-benar bukan spa abal-abal ala salon kecantikan yang sebelumnya pernah saya kunjungi yang hanya berupa bilik atau sekat asbes yang memisahkan ruangan satu dengan yang lain. Setiap ruangan memiliki kamar bilas, sauna, dan bak rendam masing-masing. Terasa sekali ruang privasi yang memang seharusnya diberikan oleh pelayanan spa. Bahkan, saya semakin tidak bisa mendengar suara luar satupun jika pintu tidak dibuka. Setelah mengorek sedikit dengan Mbak Titin, memang konsep itu yang ingin diberikan oleh Amarita.

16 Mar 2011

Madura Punya Pesona part 1

Libur akhir pekan 5-6 Maret lalu merupakan kesempatan langka yang bisa aku gunakan untuk berpetualang ke tempat wisata yang berbeda. Aku pergi dengan beberapa -teman kantor. Rencana awalnya siy berlibur ke kota Malang. Akan tetapi ketika ingat bahwa kemungkinan kota tersebut bakal penuh sesak dan perjalanan menuju sana bakal macet, maka terbersitlah ide untuk mengunjungi Pulau Madura. Terus terang saja meski Jembatan Suramadu sudah terbentang sejak beberapa waktu silam, aku belum pernah kesana dan melintasinya. Kebetulan aku juga punya teman yang tinggal di Pamekasan. Setelah googling 2 minggu sebelumnya, aku putuskan untuk mengunjungi 2 pantai yang konon bagus sekali di kota Sumenep.

Sumenep adalah kota berjarak kurang lebih 4-,5 jam dari Surabaya. Sepanjang perjalanan cukup menyejukkan mata. Masih hijau dan juga tidak terlalu rungsep kayak pas aku lewati kota-kota di Jawa Timur lainnya. Sempat terjebak macet juga di kawasan Pasar Tanah Merah karena jalan utama diblokade saking ramainya pasar, dan kami pun diarahkan menuju jalan alternatif yang sempit dan macet total. Jalan alternatif itu masuk ke daerah dalam desa. Walhasil kita bisa menyaksikan seperti apa pemandangan desa di Madura. Bangunan rumah disana relatif sama, yaitu dindingnya dilapisi keramik. Hmmm, mungkin mereka enggan mengecat ulang tembok tiap tahun dan tentu saja irit biaya. Hmm, mungkin lho, itu kan hanya opini dan ke sok tau an ku.

Berjarak kurang lebih 2 jam dari awal berangkat kami temukan pantai per tama, namanya Pantai Camplong. Kami berhenti sebentar di kawasan seperti dermaga, bukan di kawasan pantainya. Kami berhenti sejenak untuk makan siang bontotan yang sudah dibawa dari rumah. Menjejakkan kaki di dermaga Pantai Camplong saja aku sudah kegirangan tidak terkira. Sudah lama tidak liat laut, jadi aku ya cukup heboh begitu. Anginnya cukup kencang dan saya pun girang bukan kepalang. 10----=/--------- menit pertama aku belum sadar sengatan matahari, tapi sekitar 20 menit berikutnya sudah mulai terasa sengatannya dan kabur masuk mobil. Perut kenyang, perjalanan pun dilanjutkan.