Tampilkan postingan dengan label cerita erna. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita erna. Tampilkan semua postingan

15 Sep 2011

Traveling ala si Newbie: Nekad, yakin dan (sok) berani

Traveling ala si Newbie
Pernah gak memiliki keinginan traveling ke luar negeri tanpa ikut tour dan berbackpack ria?
Pernah nekad ngelakuinnya sendiri ?
Aku pernah. Dan cerita ini adalah kisah kenekatan aku di bulan Mei kemarin.
Berawal dari keputusan gak ikut trip gratis dari kantor ke Phuket di tahun 2010 (dadakan sih ngasih taunya).
Trus karena nyesel, jadi sok-sok mo rencanakan trip sendiri ma temen kantor yang senasib.
Pilihan destinasi jatuh ke Malaysia dan Singapore.
Kenapa nekad tapi kok dekat aja?
Karena masih newbie dan tabungan yang masih cekak.
Khusus untuk aku, aku malah bertekad mo backpack an aja.
Pede aja gitu, ma semi sok-sok bisa. Hehehehe.
Bagai mendapat durian runtuh, tak lama setelah keinginan tersebut di woro-woro kan kepada teman seperinginan (sama-sama ingin gitu) lha kok Air Asia kasih info ada promo tiket super murah untuk tahun depannya (2011).
SUB - KUL cuma 105ribu (total nett) dan KUL - SIN 150rb (total nett).
Tiket pulang KUL - SUB dapat harga 300ribuan (baru beli 2 bulan sebelum berangkat).
Demi melihat harga tersebut, langsung deh peserta membludak sampe terjadi 3 kloter (karena tau kalo gak bakal bisa cuti bersama-sama).
Karena aku sudah mupeng dan pengen segera berlibur, aku putuskan jadi kloter pertama di bulan Mei akhir. Pertimbanganku adalah Juni Juli itu sudah peak time musim liburan, pasti rame, dan mahal semua akomodasinya.
Trus aku hitung ada 4 orang lagi yang mau gabung di kloter pertama.
Oke sip, mangstap sudah.
Meski yang 4 ini sudah bilang bakal ngikut aja ma plan ku, aku ya gak masalah.
Yang penting awal ke luar negeri ada temen lah. :p
Ketika hari H semakin mendekat, rencana semakin mantap, rasa gak sabaran semakin memuncak, lha kok cobaan juga mulai menghampiri.
Satu per satu jalinan kawan beranjak menjauh (nyanyikan ala duet Uthe dan Katon).
4 orang teman se kloter mengundurkan diri dengan berbagai macam alasan.
Hatiku pun mencelosss.
Ngajak orang baru, harga tiket sudah mahal.
Berangkat sendiri, oh Tuhan, kalo ke-gap orang tua, ijin traveling akan ditarik kembali.
Maju, mundur.
Jadi ato enggak.
Bilang ortu ato enggak bilang ortu.
Stres.
Antara keinginan yang kuat, ma kekhawatiran tentang beberapa hal.
Secercah harapan tumbuh dengan teringatnya aku akan sahabat yang sedang kuliah di Johor Bahru.
Dia adalah Nadya Putri Fabarani (cek label: cerita nadya).
Nad sudah berkali-kali menawariku untuk datang menjenguknya.
Memang sih dia tidak tinggal di Kuala Lumpur, 4 jam dari sana.
Lebih deket ke Singapore malahan.
Maka aku putuskan: the show must go on. :D
Akhirnya: Nekad.
Meyakinkan diri sendiri kalo persiapan dan informasi yang lengkap kemungkinan besar akan pede lah berangkat sendiri.
Trus trik untuk masalah perijinan adalah memberitahu orang tua kalo aku bakal bersolo backpacker di menit-menit terakhir.
Yah gak menit juga kali, maksudku ya 2 minggu sebelum berangkat.
Tiap ditanya persiapan kudu kasih tampang berani dan yakin.
Berguru pada suhu-suhu backpack kenamaan, bermodal buku panduan traveling murah, info negara tujuan pertama dari sahabat dan kawan nya yang sudah pulang, lengkap sudah.
Aku pergi berpetualang dengan diiringi doa dari keluarga dan tepukan di bahu "semangat Na" oleh kawan-kawan dari kloter 2 dan kloter 3.
I was so ready to go at that time.

2 Sep 2011

Pertemanan dan Persaudaraan

Teman.
Pasti punya.
Saudara.
Pasti punya.
Teman sekaligus saudara.
Ya beberapa juga punya.
Aku memiliki teman, juga saudara.
Aku juga memiliki teman yang seperti saudaraku sendiri.
Teman yang seperti saudara itu rasanya beda dengan berteman biasa.
Tertawa bersama, menangis bersama, menghujat bersama, bersilat lidah bersama.
Ada sayang dan benci, tapi tak bisa terganti.
Seiring waktu menyaksikan sendiri bagaimana kami tumbuh dan dewasa.
Menyikapi masalah dan permasalahan dengan serius kemudian balik lagi ke canda.
Selalu support untuk maju dan terus berpikir positif tentang hidup ini.
Tak tau sampai sejauh mana ini akan berlangsung.
Tapi yang aku tau, sekarang sudah cukup jauh.
Dan nampaknya belum bisa berhenti, cukup susah dan aneh untuk dihentikan.
Semuanya alami mengalir begitu saja, biarlah begitu.
Rasanya menyenangkan memiliki teman sekaligus saudara.
I know where to go.
Tempat paling jujur di dunia selain keluarga.
Teruntuk teman dan saudaraku tersayang.
Kalian tau siapa diri kalian tanpa perlu dimention.
XXXXXX

16 Mar 2011

Madura Punya Pesona part 1

Libur akhir pekan 5-6 Maret lalu merupakan kesempatan langka yang bisa aku gunakan untuk berpetualang ke tempat wisata yang berbeda. Aku pergi dengan beberapa -teman kantor. Rencana awalnya siy berlibur ke kota Malang. Akan tetapi ketika ingat bahwa kemungkinan kota tersebut bakal penuh sesak dan perjalanan menuju sana bakal macet, maka terbersitlah ide untuk mengunjungi Pulau Madura. Terus terang saja meski Jembatan Suramadu sudah terbentang sejak beberapa waktu silam, aku belum pernah kesana dan melintasinya. Kebetulan aku juga punya teman yang tinggal di Pamekasan. Setelah googling 2 minggu sebelumnya, aku putuskan untuk mengunjungi 2 pantai yang konon bagus sekali di kota Sumenep.

Sumenep adalah kota berjarak kurang lebih 4-,5 jam dari Surabaya. Sepanjang perjalanan cukup menyejukkan mata. Masih hijau dan juga tidak terlalu rungsep kayak pas aku lewati kota-kota di Jawa Timur lainnya. Sempat terjebak macet juga di kawasan Pasar Tanah Merah karena jalan utama diblokade saking ramainya pasar, dan kami pun diarahkan menuju jalan alternatif yang sempit dan macet total. Jalan alternatif itu masuk ke daerah dalam desa. Walhasil kita bisa menyaksikan seperti apa pemandangan desa di Madura. Bangunan rumah disana relatif sama, yaitu dindingnya dilapisi keramik. Hmmm, mungkin mereka enggan mengecat ulang tembok tiap tahun dan tentu saja irit biaya. Hmm, mungkin lho, itu kan hanya opini dan ke sok tau an ku.

Berjarak kurang lebih 2 jam dari awal berangkat kami temukan pantai per tama, namanya Pantai Camplong. Kami berhenti sebentar di kawasan seperti dermaga, bukan di kawasan pantainya. Kami berhenti sejenak untuk makan siang bontotan yang sudah dibawa dari rumah. Menjejakkan kaki di dermaga Pantai Camplong saja aku sudah kegirangan tidak terkira. Sudah lama tidak liat laut, jadi aku ya cukup heboh begitu. Anginnya cukup kencang dan saya pun girang bukan kepalang. 10----=/--------- menit pertama aku belum sadar sengatan matahari, tapi sekitar 20 menit berikutnya sudah mulai terasa sengatannya dan kabur masuk mobil. Perut kenyang, perjalanan pun dilanjutkan.


28 Feb 2011

Pertama: Ajang Keroyokan Kami

Wahhhh,,, Sukses juga saya memasuki halaman pertama blog ini,,,

Ini bakal jadi blog keroyokan the Gozz ya ??? Perkenalkan, nama saya Erna,,, Saya adalah teman dari Rika, tp saya terbiasa manggil dia: Webeq,,, Webeq ngajakin utk berkontribusi di lahan per-blog-an nya,,, Dia sudah lama ngeksis dan mgkn karena teman-temannya ini suka ngobrol, jadilah diajakin juga,,, Semoga saya bisa kasih sumbangsih info yang penting dan menarik ya disini,,, Dan kalo mak ujug-ujug (tiba-tiba) ada postingan yang bau-bau curhat ato malah tanya-tanya, mohon dimaklumi,,,

Sedikit info saja, mohon bersiap dengan segala tata bahasa saya yang berantakan dan mungkin akan kalian jumpai kata-kata yang tidak baku,,, Jika kalian temukan, jangan sungkan untuk menanyakan,,,


Sekian untuk kesempatan pertama kita,



-eRNa-